Tilly Kasenda
Perempuan Pejuang dan Ketua Umum DPP PDS

921 dibaca
Tilly Kasenda

Beritanarwastu.com. Di kalangan pengurus dan kader PDS, perempuan bernama Tilly Kasenda, yang akrab disapa Ibu Tilly ini sudah tidak asing lagi. Dia dikenal sosok perempuan yang aktif, dinamis, religius dan berani. Dia kini dipercaya  sebagai Ketua Umum DPP Partai Damai Sejahtera (PDS) hasil Munaslub 2015 dengan ketua dewan pembinanya Pdt. Dr. Ruyandi Hutasoit. Lantas, bagaimana latar belakang Tilly sehingga masuk ke panggung politik yang sarat intrik dan godaan kekuasaan? Perempuan kelahiran Manado, Sulawesi Utara, 29 Desember 1947, dan istri tercinta almarhum Laksamana TNI (Purn.) Rudolf Kasenda (mantan KSAL) ini mengatakan, ia ingin PDS tetap eksis, apalagi dulu almarhum suaminya aktif sebagai Penasihat PDS.

                “Saya orang Kristen, tentu saya ingin membela atau memperjuangkan orang Kristen lewat parpol Kristen, seperti PDS. Saya hanya ingin agar di Pemilu 2019 mendatang PDS bisa ikut pemilu, tentu ini semua kita serahkan kepada pertolongan Tuhan. Saya masuk di PDS bukan untuk mencari uang atau popularitas. Saya pun terpilih jadi Ketua Umum PDS secara aklmasi, dan tak ada main-main duit. Saya hanya berdoa kepada Tuhan, agar dimudahkan jalan PDS, apalagi sekarang masih ada PDS satu lagi. Tuhan tak buta, Dia tahu apa yang kami lakukan. Jadi kami hanya berserah dan berjuang,” ujar nenek dari dua cucu ini.

                Sebagai seorang Kristen yang taat, Ibu Tilly yang berjemaat di GPIB Sumber Kasih, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, menerangkan, Tuhan pasti menunjukkan mana yang terbaik di tengah konflik yang melanda PDS saat ini. “Ketika ada masalah itu, saya semakin giat berdoa, dan banyak Hamba Tuhan yang berdoa untuk saya, termasuk Pak Pdt. Nus Reimas sering menanyakan bagaimana keadaan PDS kepada saya. Dengan pasrah dan berdoa serta berusaha, saya imani pertolongan Tuhan itu akan datang secara ajaib. Sering kita tak mengerti akan kuasa Tuhan, namun kita percaya kepadaNya,” ujar ibu dari tiga anak ini.

                Setelah berkecimpung di panggung politik, ia menerangkan, dalam politik itu ketika ada orang yang melakukan tipu menipu atau teror, biarlah itu urusannya dengan Tuhan. “Tantangan PDS saat ini memang berat, apalagi tak ikut Pemilu 2014 lalu. Sekarang tugas kami adalah, bagaimana kembali mendapatkan dukungan dari gereja-gereja dan tokoh-tokoh Kristen, termasuk dukungan media Kristen, agar PDS bisa berjaya seperti di Pemilu 2004 lalu saat dipimpin Pak Ruyandi Hutasoit. Dari hasil renungan saya, kalau PDS ingin berjaya kembali, maka harus ada perubahan total. Kalau istilah Jokowi harus ada Revolusi Mental di PDS,” tegasnya.

                Dalam kariernya di pentas politik, Ibu Tilly yang pernah memimpin yayasan yang anggotanya kaum ibu dari TNI, sebenarnya nyaris masuk jadi anggota DPR-RI pada 2009 lalu. “Di Pemilu 2009 lalu sebenarnya Ibu Tilly nyaris jadi anggota DPR dari Dapil (daerah pemilihan) Jawa Timur, demikian juga saya dari dapil Kaltim, suara yang kami peroleh cukup besar, namun karena PDS tak lolos Parleimentary Treshold (PT), kursi itu hilang. Kalau tak ada PT di Pemilu 2009 PDS dapat 9 kursi di DPR,” ujar Wakil Ketua Umum DPP PDS, Hendrik R.E. Assa, S.H., M.H. tentang Tilly Kasenda.

                Dalam hidup ini, kata Tilly, ia banyak belajar dari suaminya yang seorang jenderal atau tentara. “Suami saya dulu selalu bilang, dalam hidup ini, kita berbuat yang baik saja, berserah dan berdoa kepada Tuhan. Kalau ada orang yang bermaksud jahat kepada kita, pasti Tuhan yang membela kita. Seperti dulu suami saya bisa menjadi Kepala Staf Angkatan Laut, kemudian menjadi Duta Besar RI di Korea selatan, itu semua karena campur tangan dan anugerah Tuhan. Kami tidak pernah membayangkan itu. Dalam hidup ini saya sangat yakin, bahwa tempat pertolongan kita hanya Tuhan Pencipta langit dan bumi,” ujar Ibu Tilly yang sering membuat Mazmur 140:1-14 jadi doanya pula.

                Perempuan yang menyukai lagu gereja berjudul Kutahu Tuhan Pasti Buka Jalan ini menuturkan, ia berdoa agar di Pemilu 2019 bisa muncul PDS yang kuat dan didukung warga gereja. “Dengan dukungan dan doa umat Kristen, saya yakin PDS bisa kembali berjaya, apalagi kader-kader di daerah begitu semangat mengikuti parpol ini. Saya tiap pagi dan malam berdoa agar semua teman-teman yang sekarang berada di luar PDS bisa kembali bergabung di sini. Kalau kita bersatu pasti kuat. Dengan pertolongan Tuhan, mari kita doakan agar PDS lebih maju,” pungkasnya.

                Perempuan yang masih tampak awet muda dan energik ini menambahkan, selama ini ia aktif di berbagai organisasi sosial, juga mengurus bisnis kecil-kecilan. Baginya, aktif di PDS adalah bagian dari pelayanannya. “Siapapun nanti yang menggantikan saya memimpin PDS, saya doakan dia agar lebih baik dan lebih sukses membangun PDS,” cetusnya. Menurutnya, selama ini ia sudah sering diajak menjadi majelis di gereja, namun ia biasanya ikut dilibatkan di dalam mencari dana. “Pelayanan saya, iya, ikut mencari dana,” ujarnya bijaksana.

                Lantas, bagaimana ia bersikap sebagai seorang Kristen kalau menghadapi sebuah tantangan berat? Dengan tegas ia menjawab, “Saya datang kepada Tuhan berlutut dan berdoa. Lalu saya baca Alkitab atau saya baca renungan yang dikirim gereja ke saya. Saya merasa lega kalau saya sudah menyerahkan beban saya kepada Tuhan. Yang saya andalkan hanya doa ketika ada masalah berat. Mungkin kalau saya tak kenal Tuhan, bisa saja saya sudah ‘rontok.’ Rontok, misalnya, bisa datang ke dukun atau mengandalkan kuasa duniawi. Tapi saya selalu andalkan Tuhan di dalam kehidupan ini, dan pertolongan Tuhan bagi kami selalu ajaib,” ujar Ibu Tilly yang hobi olahraga, dan kumpul dengan teman-temannya itu. 

Berita Terkait