Pernyataan Sikap PERWAMKI Terkait Situasi Sosial Politik di Indonesia Saat ini

714 dibaca
Tim PERWAMKI mengadakan Mubes (Munas) V pada 10-13 November 2016 di Singapura.

             BERITANARWASTU.COM. Pada 10-13 November 2016, Perkumpulan Wartawan Media Kristiani Indonesia (PERWAMKI) yang dipimpin ketua umum, Yusak Tanasyah, M.Th dan ketua panitia mubes, Robi R. Repi, S.H., M.Th telah mengadakan Mubes V di Singapura. Seusai mubes itu, PERWAMKI pun menyampaikan pernyataan sikap terkait dengan kondisi dan situasi bangsa dan negara saat ini. Berikut ini adalah pernyataan sikap PERWAMKI.

             Situasi sosial politik yang sedang berkembang di Tanah Air akhir-akhir ini,  jika tidak dikelola dengan baik, dengan hati dan pikiran yang jernih, bisa akan sangat mengancam persatuan dan kesatuan kita sebagai bangsa Indonesia. Selain itu, upaya pembangunan ekonomi yang saat ini sedang diupayakan dengan sungguh-sungguh oleh Presiden RI, Ir. H. Joko Widodo, akan berakhir sia-sia, jika bangsa ini akhirnya harus jatuh dalam anarki, kerusuhan, dan perang saudara.

            Bom molotov yang kemarin Minggu, 13 November 2016 meledak di sebuah gereja di Samarinda, Kalimantan Timur, dapat kita pandang sebagai upaya untuk memperkeruh sekaligus mengadu domba anak bangsa, agar bangsa ini kembali terjerembab dalam anarki dan kerusuhan. Sebagai anak bangsa, kita semua tentu tidak ingin semua itu terjadi.

Maka pada kesempatan ini, kami dari Perkumpulan Wartawan Media Kristiani Indonesia disingkat PERWAMKI ingin menyampaikan pernyataan sikap sebagai berikut, pertama, mengajak segenap warga negara Indonesia untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan kita yang dilandasi oleh ideologi Pancasila, UUD 1945, dan semangat Bhineka Tunggal Ika.

Kedua, menghargai setiap perbedaan yang ada dalam bangsa kita sebagai kenyataan yang harus diterima dan menjadikan perbedaan itu sebagai kekayaan dan kekuatan untuk bersama-sama membangun bangsa ini, bukan malah menghancurkannya. Ketiga, mengajak segenap rekan wartawan di seluruh Indonesia untuk memberitakan hal-hal yang berguna bagi kepentingan publik, bangsa dan negara, bukan malah terjebak dalam model pemberitaan transaksional, tetapi justru mengabdi kepada profesinya sebagai wartawan dan menggunakan etika jurnalistik sebagai pegangan utama dalam melaksanakan tugasnya sebagai pewarta.

Keempat, terkait dengan Pilkada serentak yang akan dilaksanakan pada awal tahun 2017 mendatang dan berlangsung di 101 wilayah di Indonesia, PERWAMKI mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk menyukseskan Pilkada serentak tersebut sebagai wujud kedaulatan rakyat dan sebagai sarana bagi kita untuk melahirkan pemimpin yang baik dan melayani kebutuhan rakyat.

Kelima, meminta Presiden RI untuk menindak tegas setiap organisasi masyarakat yang dalam praktiknya sehari-hari bertentangan dengan Pancasila dan cenderung menimbulkan keresahan dalam masyarakat. Keenam, PERWAMKI mendukung proses hukum atas saudara Ir. Basuki Tjahaya Purnama, M.M. yang sekarang sedang berlangsung di Kepolisian RI, dan meminta semua pihak untuk menerima apapun hasil dari proses hukum tersebut.

Ketujuh, mengajak setiap umat beragama untuk berdoa bagi bangsa Indonesia, agar bangsa kita senantiasa berada dalam situasi damai, aman, dan tenteram. Demikianlah pernyataan sikap PERWAMKI. Dibuat dan diputuskan dalam Musyawarah Besar (Mubes) V PERWAMKI, 10-13 November 2016 di Gedung The Salvation Army, Singapura. KS

Berita Terkait