Pesan Natal 2016 DPP Asosiasi Pendeta Indonesia

1362 dibaca
ASOSIASI PENDETA INDONESIA

BERITANARWASTU.COM. Pada 15 Desember 2016 di Jakarta, Dewan Pengurus Pusat Asosiasi Pendeta Indonesia (API) yang dipimpin Pdt. Drs. Harsanto Adi S.,M.M., M.Th (ketua umum) dan Pdt. Dr. Hendrik Massengi,  M.Th (sekretaris jenderal) mengirimkan pesan Natal lembaga ini ke Redaksi Majalah NARWASTU.  Dibuat dengan tema: “HENDAKLAH KITA MENJADI PEMBAWA DAMAI” (Matius 5:9), berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi, DPP API berikut ini menyampaikan dalam pesannya.

Shalom! Pada kesempatan yang berbahagia ini, Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Pendeta Indonesia (API) menyampaikan salam sejahtera kepada segenap Umat Kristiani di manapun saudara berada.  Marilah kita semua memanjatkan puji syukur kepada Tuhan Yesus Kristus yang telah menyertai kita sekalian sepanjang tahun 2016 dan hari ini kita boleh merayakan bersama Hari Kelahiran Juruselamat kita, Yesus Kristus bersama seluruh umat Kristen di seluruh dunia.

               Segenap umat Kristiani, khususnya para Hamba Tuhan yang kami kasihi! Peristiwa kelahiran Yesus Kristus telah dinubuatkan oleh Nabi Yesaya sebagai “seorang anak yang lahir untuk kita” dan salah satu gelar diberikan kepadaNya adalah “Raja Damai.” Gelar ini memang sangat tepat karena salah satu misi kedatangan Yesus ke dunia adalah untuk memperdamaikan manusia dengan Allah. Kedatangan Raja Damai telah memberikan jaminan kepada umat manusia yang mau menerimaNya, untuk dapat kembali kepada Allah agar dapat menerima dan menikmati damai sejahtera di dalam hatinya.

              Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan Yesus! Di tengah suasana perayaan Natal 2016 kali ini, kita masih menyaksikan sebagian umat manusia dan khusus  masyarakat Indonesia yang belum menikmati damai di dalam hati dan kehidupannya. Berita tentang konflik antarkelompok, antaretnis, antarkeyakinan, antarpelajar dan mahasiswa  masih terjadi. Kita menyaksikan begitu mudahnya, manusia merusak, membakar milik orang lain, betapa mudahnya seseorang atau kelompok mencap orang atau kelompok lain kafir, betapa mudahnya atas nama keyakinannya untuk menghentikan keyakinan lain berhenti ibadahnya dengan alasan yang dicari-cari dan mengada ada.

            Kita merasa sedih dan duka dan keprihatinan masih terus membayangi kita semua, di mana kita baru saja menyaksikan korban ledakan bom teroris di berbagai belahan dunia,  di Istambul  dengan korban tewas 29, Mogadishu 24, Nigeria 60, Kairo 28, Aden 60, Kenya 40, dan juga di Indonesia yang hampir saja juga akan meledakkan diri di obyek vital . Kita menyaksikan teror di NTT tepatnya di SDN 1 Seba Kecamatan Sabu Raijua di mana 7 siswa, anak anak yang tak berdosa dianiaya dengan senjata tajam.

           Semua itu dapat kita saksikan dalam hitungan menit melalui media sosial, tayangan televisi dan sebagainya Sebagai bagian dari masyarakat Indonesia, kita para pendeta Indonesia tentu sangat prihatin dengan kondisi sosial, politik dan keamanan  masyarakat yang demikian ini. Sehubungan dengan situasi tersebut di atas, maka pesan Natal 2016 Dewan Pimpinan Pusat API mengambil tema, “Hendaklah kita menjadi pembawa damai” (Matius 5:9). Melalui tema tersebut, Dewan Pimpinan Pusat API menyampaikan pesan kepada para rekan rekan sekerja di dalam ladang Tuhan di seluruh Indonesia dan di luar negeri sebagai berikut.

Pertama, sebagai orang yang telah menerima anugerah hadirnya Raja Damai dalam hati kita dan kehidupan kita, maka marilah kita terus memperbaharui iman dan ketaatan kita dari hari ke hari  kepada kepada Yesus Kristus Sang Raja Damai agar kita tetap dipenuhi hikmat, damai sejahtera setiap saat. Kedua, sebagai anggota keluarga, setiap Hamba Tuhan wajib membawa damai di tengah keluarganya melalui berbagai upaya agar Raja Damai memperoleh tempat yang layak untuk disembah oleh seluruh anggota keluarga.

Ketiga, sebagai Hamba Tuhan, warga, kita wajib menjaga, merawat dan meningkatkan persekutuan, persaudaraan dan kerukunan dengan sesama umat, lintas gereja dan lintas iman.  Keempat, sebagai anggota masyarakat, setiap Hamba Tuhan agar tetap berperan aktif sebagai “pembawa damai” bagi semua orang di manapun berada. Saudara-saudara segenap rekan sekerja dalam ladang Tuhan yang dikasihi Tuhan Yesus.  Marilah kita saling mendoakan agar kita dimampukan untuk melaksanakan pesan Natal di atas dan dengan demikian kita benar-benar dapat menjadi pembawa damai bagi dunia ini. Akhirnya Dewan Pimpinan Pusat API menyampaikan, SELAMAT NATAL 25 DESEMBER 2016 dan TAHUN BARU 1 JANUARI 2017, kiranya Tuhan Yesus Kristus, Raja Damai, menyertai dan memberkati kita sekalian. ED

Berita Terkait