Pimpinan HMT Group Sampaikan Klarifikasi Lewat Media Massa

81 dibaca
Direktur Utama HMT Group, Ronny Tambayong, S.E., MCN.

Beritanarwastu.com. Direktur Utama HMT Tour and Travel, Ronny Tambayong, S.E., MCN memberikan klarifikasi atau penjelasan menanggapi adanya laporan polisi oleh beberapa warga gereja karena menunda keberangkatannya ke Yerusalem. Ronny membantah telah melakukan penipuan dan menyebut kegagalan berangkatnya jemaat, karena ada beberapa kendala teknis yang dihadapi saat itu.

           "Ini jauh sekali dari penipuan. Kita HMT sudah berdiri 10 tahun, pernah mendapatkan penghargaan rekor MURI tahun 2016 lalu, dan kita sudah berangkatkan 16 ribu jemaah lebih selama ini, tidak pernah bermasalah dan hanya kemarin baru terjadi masalah di bulan Februari 2019 itu bersifat masalah teknis," kata Ronny saat dihubungi wartawan.

            Ronny menyampaikan pada bulan Februari 2019 itu ada 25 group peziarah sekitar 1.000 orang lebih yang sudah diberangkatkan oleh HMT ke Holyland. Namun pada tanggal 22 Februari 2019 dikarenakan ada kendala masalah teknis di Holyland saat itu, ada beberapa  jemaat tidak dapat berangkat tepat waktu. Namun, pihaknya menegaskan sudah mengumpulkan dan menginformasikan kepada peserta wisata itu akan bertanggung jawab.

            "Persoalannya ada masalah teknis yang terjadi pada waktu itu di Holyland. Sehingga ada beberapa group yang terpaksa kita hold dulu keberangkatannya untuk kita selesaikan dulu masalah teknis ini. Dan kami akan berangkatkan kembali," ungkap Ronny.

             Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan jemaat yang belum sempat berangkat itu. Ia menjanjikan pihaknya akan segera memberangkatkan jemaat tersebut atau mengembalikan uangnya jika diminta. HMT akan menjual asetnya untuk menutupi kerugian tersebut. "Kita,  kan, sedang berusaha salah satu caranya dengan menjual aset kami untuk menutupi kerugian ini dan jual aset butuh waktu. Kami jelaskan juga sekitar bulan Juli-Oktober ini untuk bisa menyelesaikan kewajiban ini," kata Ronny yang berdarah Manado itu.

             "Iya, jadi Juli sampai Oktober kita sudah keluarkan surat resmi untuk me-refund atau berangkatkan. Kalau keberangkatan bisa di bulan Oktober, kita juga sudah keluarkan rilis resmi HMT ke peserta," sambungnya. Ronny menegaskan pihaknya tidak akan lepas tanggung jawab dalam masalah tersebut. "Tentu sebagai warga negara yang baik kita hormati proses yang ada. Tentu kita harapkan ini semua bisa kita selesaikan secara baik-baik bahwa  kami juga selalu beritikad baik menyelesaikan hal ini dan kantor HMT masih tetap beroperasi sampai saat ini" kata Ronny. PP

Berita Terkait