Pimpinan Lintas Agama Berkomitmen Dukung Pelestarian Hutan Tropis Indonesia

212 dibaca
Pembacaan deklarasi oleh pemuka agama.

Beritanarwastu.com. Sebagai komitmen untuk melindungi hutan tropis di Indonesia, yang sekarang ini banyak mengalami kerusakan, elemen agama dan masyarakat adat yang terdiri dari Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI), Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI), Persatuan Umat Budha Indonesia (Permabudhi), Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (Matakin), NU, Muhammadiyah, Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (Aman), dan Siaga Bumi mendeklarasikan “Kolaborasi Umat Berbagai Agama untuk Perlindungan Hutan”, di Peace Park, Kompleks Gedung MPR-RI, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, pada Jumat, 26 Oktober 2018 lalu.

Acara deklarasi tersebut disaksikan langsung oleh Ketua MPR-RI, Zulkifli Hasan, Wakil Ketua MPR-RI Hidayat Nur Wahid, Wakil Ketua DPD-RI Achmad Muqowam dan sejumlah anggota DPR-RI, serta perwakilan organisasi kemahasiswaan. Dalam deklarasinya, elemen agama dan masyarakat adat menyadari bahwa hutan adalah ciptaan Tuhan yang Maha Kuasa, yang sekarang ini mengalami kerusakan akibat dari berbagai ulah manusia. Oleh sebab itu, perlu dilindungi, dilestarikan, dan memuliakan hutan tropis yang ada di Indonesia.

Dalam sambutan pembuka, Ketua Kehormatan Presidium IRC-Indonesia, Prof. Din Syamsuddin menegaskan, telah banyak usaha yang dilakukan dalam upaya melestarikan hutan tropis di Indonesia. Namun upaya tersebut tidaklah cukup, dan ditemukan tantangan dalam pengelolaan alam yang berakar dari moral manusia. Karenanya agama menjadi penting untuk dapat terlibat dalam mengelola moral manusia tersebut.

Sebab itu, lanjut Din, agama dan masyarakat adat dapat tampil berperan lebih untuk mengingatkan manusia agar tidak melakukan kerusakan. Di samping itu, sudah lazim bahwa masyarakat yang berada di kawasan pedesaan dengan adat istiadat yang dijunjung tinggi, mereka lebih mudah melakukan adaptasi atas modalitas dan moralitas yang mereka miliki, sehingga pendekatan dengan para pemuka atau tokoh masyarakat setempat dapat menjadi agen perubahan untuk mendorong perubahan perilaku dalam melestarikan hutan tropis.

Menurut Sekretaris Umum PGI, Pdt. Gomar Gultom, M.Th sekarang ini ada kecenderungan hutan-hutan tropis di Indonesia makin habis diganti hutan monokultur, seperti sawit dan ekaliptus. Kondisi ini sangat berbahaya, karena hutan monokultur mengakibatkan efek rumah kaca. “Oleh karena itu, deklarasi ini adalah kolaborasi dari komitmen bersama agama-agama untuk menyelamatkan hutan tropis di Indonesia,” cetusnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua MPR Zulkifli Hasan mengapresiasi dan mendukung berbagai upaya yang dilakukan para tokoh agama dan elemen masyarakat adat untuk melestarikan hutan tropis di Indonesia. Usai deklarasi, para perwakilan lintas agama, masyarakat adat, pimpinan DPR dan DPD RI secara simbolis melakukan penanaman pohon di Peace Park. FRR

Berita Terkait