Pdt. Dr. Andar Ismail
Prihatin ada Media Kristiani Tutup

835 dibaca
Pdt. Dr. Andar Ismail, Peduli Umat Kristen.

Beritanarwastu.com. Pendeta yang dikenal produktif menulis, dan populer dengan buku “Seri Selamat” ini, baru-baru ini, menelepon ke kantor redaksi NARWASTU. Lebih dulu ia menyapa Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi NARWASTU, Jonro I. Munthe, S.Sos, dengan salam Natal 2015 dan Tahun Baru 2016. Sejurus kemudian ia menyampaikan kesedihannya atas tutupnya koran nasional Sinar Harapan. Sebuah koran bernafas Kristiani yang tidak terbit lagi sejak akhir 2015 lalu.

                “Padahal media cetak, seperti majalah, tabloid dan koran itu sarana kita untuk bersaksi dan menyampaikan informasi yang bermutu dan baik kepada masyarakat. Saya sangat sedih saat mendengar koran yang kita banggakan Sinar Harapan telah tutup,” ujar Pdt. Dr. Andar Ismail yang berasal dari Gereja Kristen Indonesia (GKI) dan dosen di STT Jakarta ini dengan suara serak. Menurut cendekiawan yang diakui banyak teolog sebagai penulis yang hebat itu, ia juga prihatin karena dukungan gereja terhadap penerbitan buku dan media Kristen selama ini amat minim.

                “Saya melihat juga semangat penerbitan media Kristen sekarang mulai kembang kempis Senin Kamis. Ini kita sedihkan. Padahal media Kristen sangat perlu untuk mendidik dan memberi informasi kepada masyarakat luas. Saya melihat saudara Jonro Munthe ini orang muda yang gigih dan langka, dan saya doakan agar terus semangat di dalam menerbitkan majalah NARWASTU. Karena memang tidak mudah menerbitkan media Kristen, baik koran, tabloid maupun majalah. Karena itu berkaitan dengan sumber daya manusia (SDM), tulisan-tulisan bermutu dan dana,” papar penulis buku “Seri Selamat” yang dikenal buku best seller di Tanah Air ini.

                Pdt. Andar Ismail menerangkan, dukungan warga gereja terhadap penerbitan buku dan media cetak Kristen masih rendah. Ada kalanya warga gereja hanya ingin mendapatkan buku dan media Kristen secara gratis tanpa mengeluarkan uang. Padahal perlu uang untuk mencetak buku atau media Kristen. “Buku dan media cetak itu punya pengaruh besar terhadap perkembangan masyarakat, sehingga kita harus dukung penerbitan media cetak dan buku Kristen. Kalau sekarang saya lihat makin lama makin kurang dukungan gereja terhadap penerbitan buku dan media Kristen,” cetus Pdt. Andar yang pernah menekuni ilmu teologi di sejumlah negara.

                Penulis yang dikenal dengan karyanya yang bernas, meneguhkan iman dan menggelitik ini mengatakan, sekalipun sekarang banyak muncul media online atau media digital, katanya, tetap banyak orang yang menggemari bacaan berupa media cetak atau buku. Soalnya, katanya, orang yang berusia dewasa seperti 40-an tahun tidak semua yang senang dan mampu mengakses media digital. Kalau media cetak atau buku, katanya, gampang dibaca di mana saja dan tidak repot-repot harus mencarinya di komputer atau di HP. “Buku dan media cetak tetap punya keunggulan dibandingkan dengan media digital,” ujarnya.

                Pdt. Andar Ismail pun terus menyemangati para pekerja media cetak dan penerbit buku agar terus membina jaringan yang baik, meningkatkan mutu tulisan dan jangan lelah mencari orang yang mau membantu dana untuk penerbitan. “Menjadi wartawan atau penulis itu tugas mulia. Kepada banyak mahasiswa STT (Sekolah Tinggi Teologi) sering saya katakan, kalau sudah lulus tidak mesti jadi pendeta, jadi wartawan pun bisa, karena wartawan pun hamba Tuhan yang bersaksi lewat pemberitaan,” papar Hamba Tuhan yang termasuk dalam jajaran “Tokoh Kristiani 2006 Pilihan Majalah NARWASTU” ini.

                Pdt. Andar Ismail pun berharap agar warga gereja sadar untuk mendukung penerbitan buku dan media Kristen. Karena bacaan, menurutnya, mampu meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat agar lebih baik dan cerdas. Melalui bacaan juga masyarakat mampu melihat dunia dan sekitarnya lebih bijaksana. Juga Pdt. Andar Ismail berdoa agar semakin banyak pengusaha Kristen yang peduli untuk membantu penerbitan buku dan media Kristen. “Tapi kita jangan tergantung kepada yang punya dana, tetap harus berupaya mandiri,” pungkas pendeta yang tak lama lagi akan meluncurkan buku “Seri Selamat” terbaru terbitan PT. BPK Gunung Mulia. KT

 

Berita Terkait