PRIHATIN KONDISI BANGSA GABUNGAN ORGANISASI MASYARAKAT KEBANGSAAN MENYAMPAIKAN PERNYATAAN SIKAP

29 dibaca


Beritanarwastu.com Gabungan Organisasi Masyarakat Kebangsaan, pada 2 Oktober 2019 ini di Jakarta, menyampaikan pernyataan sikap terkait situasi kebangsaan beberapa hari terakhir ini. Seruan ini bermaksud mengajak seluruh elemen bangsa untuk tetap bersatu menjaga keamanan nasional demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Organisasi ini terdiri dari Ikatan Sarjana Nadhatul Ulama (ISNU), Vox Point Indonesia, Gerakan Kasih Indonesia (Gerkindo), Asosiasi Pendeta Indonesia (API), Cipta Cendekia Indonesia (C2I), Forum Komunikasi Kristiani (FKK) dan FORKOM NARWASTU.

Para ketua ormas itu, yakni Dr. Ali Masyukur Musa, M.Si, M.Hum (ISNU), Yohanes Handoyo Budhisedjati (Vox Voint Indonesia), Pdt. Yerry Tawalujan, M.Th (Gerkindo), Pdt. Brigjen TNI (Purn.) Harsanto Adi, M.M. (API), Uung Sendana (Cipta Cendekia Indonesia), Pdt. Didi S. Natha (Forum Komunikasi Kristiani) dan Prof. Marthen Napang, S.H. (FORKOM NARWASTU).

            Ormas-ormas kebangsaan menilai bahwa kehidupan kebangsaan dan kenegaraan kita sedang mengalami kemunduran nilai kebangsaan yang tajam. Nilai-nilai harmoni, sosial-budaya, kerukunan, dan saling menghormati sesama anak bangsa terus tergerus oleh kepentingan individu, kelompok dan golongan. Situasi kebangsaan beberapa hari terakhir ini menunjukkan bahwa kita masih mudah terpolarisasi dengan berbagai kepentingan tertentu. Padahal, sebagai negara demokrasi, semua persoalan dapat diatasi melalui jalur konstitusi.

           Namun, berbagai peristiwa yang terjadi menunjukkan ketidakdewasaan kita dalam menyikapi berbagai persoalan. Masyarakat mudah terpancing informasi yang belum benar kepastiannya. Hal ini tentu saja mengganggu dan mengancam hubungan baik sebagai sesama anak bangsa. Untuk itu, kami perlu menyampaikan pernyataan sikap sebagai berikut, (1) Mengajak seluruh elemen bangsa untuk tidak mudah terprovokasi berbagai informasi yang tidak jelas sumbernya. Masyarakat diminta untuk selektif, dan mencari tahu sumber informasi yang akurat. (2) Meminta masyarakat, pemuda, mahasiswa dan pelajar dalam menyampaikan aspirasinya di negara demokrasi untuk tidak mudah terpengaruh dengan ajakan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

         Kemudian (3) Masyarakat diminta untuk tetap menjaga keamanan di lingkungan sekitar. Tetap mewaspadai berbagai situasi yang mencurigakan serta yang mengganggu keamanan dan ketertiban umum. (4) Meminta aparat TNI dan Polri untuk tetap bersatu mengawal seluruh aspirasi masyarakat dan melindungi masyarakat dari berbagai anacaman disintegrasi bangsa. Serta menindak tegas para aktor dan pelaku yang mencoba mengganggu keamanan nasional. (5) Mendukung proses demokrasi sesuai dengan konstitusi yang berlaku.

          Lalu (6) Mengajak seluruh anak bangsa untuk memberikan dukungan kepada TNI dan Polri supaya tegas dan bijak menjaga keamanan dan ketertiban serta dukungan kepada pemerintah agar semua persoalan bangsa dapat diselesaikan dengan cara-cara konstitusi. (7) Mengajak semua elemen bangsa membangun dialog dan kerjasama untuk memperkuat jati diri bangsa demi terwujudnya cita-cita bersama sesuai pembukaan UUD 1945. (8)    Mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga keamanan menjelang dan sesudah Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia periode 2019-2024 pada 20 Oktober 2019 mendatang sebagai hasil Pemilihan Presiden yang sah dan demokratis. CV

Berita Terkait