Prof Thomas Pentury Dilantik Jadi Dirjen Bimas Kristen Protestan

1252 dibaca
Prof. Dr. Thomas Pentury, M.Si (tengah) memegang Majalah NARWASTU bersama tokoh gereja nasional, Pdt. DR. Nus Reimas (kanan) dan Pemimpin Umum/Pemred NARWASTU, Jonro I. Munthe, S.Sos (kiri).

            BERITANARWASTU.COM. Pada Rabu, 2 Agustus 2017 lalu, bertempat di Aula Gedung Kementerian Agama, Jalan M.H. Thamrin No. 6, Jakarta, Menteri Agama RI Dr. Lukman Hakim Saifuddin melantik sejumlah pejabat eselon I dan II di Lingkungan Kementerian Agama. Salah satu yang dilantik adalah Dirjen Bimas Kristen, yaitu Prof. Dr. Thomas Pentury, M.Si yang sebelumnya bertugas sebagai Rektor Universitas Pattimura, Ambon, Maluku.

Acara pelantikan tersebut dihadiri oleh para pejabat dan perwakilan stakeholder Kementerian Agama RI. Dalam sambutannya Menteri Agama RI menyampaikan agar para pimpinan unit eselon I dan II harus mengetahui secara menyeluruh substansi dan esensi persoalan yang berada dalam lingkup tugas masing-masing, serta mengerti urgensi keterkaitan antarsektor dalam menopang tugas Kementerian Agama. Menteri Agama juga menegaskan agar para pejabat tidak boleh “salam paham” apalagi “gagal paham” dalam memahami urgensi dan signifikansi peran Kementerian Agama pada struktur pemerintahan negara sesuai jiwa dan semangat Pancasila dan UUD 1945 serta memperkuat “literasi” mengenai hubungan agama dan negara sebagai paradigma dasar dalam memaknai peran Kementerian Agama.

Dalam pelantikan itu, Menteri Agama mengharapkan agar seluruh pejabat Kementerian Agama memiliki tekad untuk memajukan institusi bukan mengutamakan ambisi mengejar jabatan yang seringkali membuat orang lupa diri dan kehilangan harga diri.  Menilik biodata Prof. Thomas Pentury, dia lahir di Ambon, 17 Mei 1963 silam. Tahun 1989 dia berhasil menyelesaikan pendidikan S1 (Strata 1) untuk jurusan Pendidikan Matematika FKIP Universitas Pattimura Ambon, Program S2 (Strata 2) lulus pada 1997 dengan jurusan Program Studi Biostatistika Universitas Airlangga, Program Doktor (S3) diselesaikan pada 2003 untuk Program Studi Matematika dan Saintdari  Universitas Airlangga, Surabaya. Dan untuk gelar Profesor diperoleh pada  2005 dalam Bidang Ilmu Statistika Multivariat.

Prof. Dr. Thomas Pentury, M.Si (keempat dari kiri) seusai santap siang bersama sejumlah tokoh Kristiani di Restoran Paramount, Menteng, Jakarta Pusat.

 

Sedangkan jabatan yang pernah diembannya, yaitu Ketua Jurusan Matematika Fakultas MIPA Universitas Pattimura (2004-2006), Ketua Badan Kerjasama Universitas Pattimura (2006-2007), Sekretaris Badan Penjaminan Mutu Universitas Pattimura (2007-2008), Pjs. Sekretaris Lembaga Penelitian Universitas Pattimuara (2008), Dekan Fakultas MIPA Universitas Pattimura (2008-2011), dan terakhir Rektor Universitas Pattimura pada periode 2012-2016.

Salah satu tokoh gereja aras nasional yang juga Ketua Dewan Pembina LPMI dan Ketua Majelis Pertimbangan PGLII, Pdt. DR. Nus Reimas kepada Majalah NARWASTU menerangkan, kita menaruh harapan kepada Prof. Thomas Pentury untuk membenahi Dirjen Bimas Kristen Protestan agar lebih baik dari masa-masa lalu. “Apalagi beliau seorang mantan rektor berprestasi dan intelektual, serta untuk pertama kalinya seorang dirjen dari Ambon. Tiga bulan sebelum terpilih, Pak Thomas Pentury sudah datang ke kantor saya bersama Pak Pdt. Dr. Jerry Rumahlatu, dan kita berdoa untuk beliau. Puji Tuhan, Tuhan mendengar doa kita,” ujar Pembina/Penasihat NARWASTU ini seusai bersantap siang dengan Prof. Thomas Pentury pada 7 Agustus 2017 lalu di Restoran Paramount, Menteng, Jakarta Pusat, bersama sejumlah tokoh.

Menurut Pdt. Nus Reimas, Dirjen Bimas Kristen Protestan yang baru ini harus mampu menjalin komunikasi yang baik dan bersinergi dengan para pimpinan gereja. “Karena kekuatan dari gereja ada pada para pimpinannya. Kita mengharapkan agar beliau tahu kebutuhan riil gereja saat ini, sehingga perlu mendengar masukan dan pendapat dari pimpinan gereja dari berbagai aras. Kita berdoa agar Pak Thomas Pentury ditolong Tuhan dalam menjalankan tugas baru ini,” ujar Pdt. Nus Reimas. KT

Berita Terkait