Punguan “Imanuel” Kota Harapan Indah Menabur Kasih Kepada Sesama

1347 dibaca
Penasihat, pengurus dan anggota Punguan Dongan Sahuta “Imanuel” Kota Harapan Indah, Kota Bekasi, dalam sebuah acara ibadah penghiburan.

                BERITANARWASTU.COM. Punguan (perhimpunan) “Imanuel” Harapan Indah, Kota Bekasi, adalah sebuah komunitas warga Batak yang punya visi dan misi menabur kasih kepada sesama, terutama anggotanya. Punguan Imanuel ini dipimpin Monang Gultom, S.H., Sekretaris Jerry Prana Simanjuntak, Bendahara Ny. Rumahorbo boru Simatupang, dan dua Penasihat, yakni J. Silitonga dan M. Harianja, dan Pembina Rohani Pdt. Lusiana Harianja Pella, M.Th. Dalam dua minggu terakhir ini punguan ini selalu hadir ke rumah anggota dan sahabat (ale-ale) yang berduka.

                Seperti dua minggu lalu, M.H. Manik (salah seorang penasihat di punguan ini) telah dipanggil Tuhan ke sisiNya, dan Punguan Imanuel aktif marhobas (melayani) di rumah duka. Punguan ini pun mengadakan ibadah penghiburan kepada kepada keluarga yang ditinggalkan almarhum M.H. Manik yang semasa hidupnya merupakan pengusaha.

 

  

 

               Pada 26 September 2016 lalu, kembali Punguan Imanuel mengadakan ibadah penghiburan kepada keluarga sahabat mereka, yaitu Mulawarman Sitanggang, S.H., M.H. yang telah dipanggil Tuhan ke sisinya dengan damai dan tenang pada usia 54 tahun, karena sakit. Almarhum semasa hidupnya adalah advokat/pengacara.

                Penasihat Punguan Imanuel, J. Silitonga mengatakan, punguan Batak seperti Imanuel adalah komunitas tempat menjalin tali kasih, serta hadir di saat ada anggota yang mengalami sukacita dan dukacita. Monang Gultom, ketua punguan ini yang sehari-harinya seorang pengacara juga mengharapkan Punguan Imanuel menjadi berkat bagi sesamanya, terutama bagi warga Batak Kristen di Kota Harapan Indah.

                Sedangkan Pdt. Lusiana Harianja Pella yang termasuk dalam “21 Tokoh Kristiani 2014 Pilihan NARWASTU” menyampaikan, Punguan Imanuel adalah komunitas warga Batak Kristen yang ingin memuliakan Tuhan dengan persekutuan, doa dan kasih. Menurutnya, ketika ada anggota yang berduka, ketika ada anggota yang sakit atau ketika ada anggota yang lemah, karena persoalan hidup, maka punguan ini akan hadir untuk memberi semangat, dukungan doa dan penguatan iman.

 

  

 

             “Karena wajah Yesus ada pada orang-orang yang berduka, orang sakit dan orang yang lemah serta orang hina, seperti ditulis di Kitab Injil Matius 25. Imanuel artinya Tuhan beserta kita. Kalau Tuhan beserta kita, maka kita pun harus menyalurkan kasihNya kepada sesama kita, baik di kala susah maupun di kala senang,” ujar Ibu Pendeta yang giat melayani di lembaga pemasyarakatan, dan sering melayani di luar negeri  ini. TK

Berita Terkait