Punguan “Imanuel” Kota Harapan Indah Terbentuk

1707 dibaca
Pdt. Lusiana Harianja Pella boru Sihotang, M.Th (kedua dari kanan) memimpin ibadah.

beritanarwastu. com. Pada Sabtu malam, 3 September 2016 lalu di rumah keluarga Bapak Manik/Boru Pardede di Cluster Taman Puspa, Harapan Indah, Kota Bekasi, Jawa Barat, telah terbentuk sebuah paguyuban (punguan) bagi komunitas etnis Batak Kristiani bernama Punguan Parsahutaon (teman sekampung) Imanuel Kota Harapan Indah. Punguan ini dimaksudkan sebagai wadah berkomunikasi, tempat berdoa bersama, tempat melayani dan mewujudkan kasih sebagai sesama perantau dari Sumatera Utara ke DKI Jakarta dan sekitarnya.

Punguan Imanuel ini terbentuk, karena adanya sebuah kerinduan dan kesehatian dari puluhan warga Batak yang tinggal di kawasan Harapan Indah untuk bersekutu bersama dan menjalin kebersamaan dan persaudaraan. Acara pembentukan organisasi paguyuban ini diawali dengan ibadah yang dipimpin Pdt. Lusiana Harianja Pella boru Sihotang, M.Th yang juga giat melayani di gereja GPIB dan sejumlah lembaga pemasyarakatan (LP), serta giat melayani di luar negeri.

 Pdt. Lusiana Harianja mengutip renungan saat kebaktian dari Kitab Kejadian 6:9 tentang Nuh yang bergaul karib dengan Tuhan Allah, dan 1 Samuel 7:12 tentang Tuhan yang menolong umat yang dikasihiNya. “Harus kita aminkan bahwa Allah itu adalah Imanuel: Tuhan beserta kita umatNya. Demikian juga kita di Punguan Imanuel ini disertai Tuhan. Ketika kita beribadah dan selalu bersyukur, kita sebetulnya disertai Tuhan. Tuhan itu kudus, dan hanya kita manusia yang tidak kudus. Sehingga dalam kehidupan keseharian kita harus menjaga sikap dan tutur kata kita, karena Tuhan melihat semua perbuatan umatNya,” ujar Hamba Tuhan yang dikenal bernas dan cerdas berkhotbah ini.

 

  Monang Gultom, S.H. dan Jerry Simanjuntak terpilih sebagai Ketua dan Sekretaris Punguan Parsahutaon Imanuel.

 

Suasana acara di rumah keluarga Pak Manik/Boru Pardede di Cluster Taman Puspa, Harapan Indah, Kota Bekasi. 

 

 

Pdt. Lusiana Harianja yang termasuk dalam “21 Tokoh Kristiani 2014 Pilihan Majalah NARWASTU” menerangkan, dalam berkomunikasi lewat media sosial (medsos) pun kita mesti cerdas dan punya etika, karena Allah yang kita sembah, kudus, dan Dia menginginkan umatNya kudus. Tidak mungkin Allah bergaul dengan orang yang hidupnya tidak kudus. “Kalau sekarang kita bisa berkumpul dan beribadah bersama di sini, seperti ditulis di Roma 8:28: Tuhan turut bekerja di dalam segala sesuatu, sehingga tak ada yang terjadi di dalam hidup ini secara kebetulan,” terang Hamba Tuhan yang gigih mengabarkan Injil ini.

Tuhan sangat mengasihi umatNya. Meskipun dulu bangsa Israel degil, tegar tengkuk dan kepala batu, namun Tuhan mengasihi mereka, sehingga bangsa Israel dituntun keluar dari perbudakan di Mesir menuju Kanaan, meskipun mereka sering mengeluh dan melawan Tuhan. “Tuhan mengasihi bangsa Israel, dan itu kasih karunia bagi bangsa Israel,” ujarnya. Di dalam kehidupan, ujarnya, pasti banyak hal negatif, termasuk gunjingan, pergumulan dan tantangan kita hadapi, namun Tuhan akan terus menolong umatNya yang giat beribadah.

 Roh Tuhan pun bekerja lewat siapa saja untuk membuat sebuah kebaktian atau punguan seperti Punguan Imanuel ini. Lewat ibadah kita bergaul erat dengan Allah. “Nuh seorang yang saleh, tak bercela dan hidupnya benar. Dia bergaul erat dengan Tuhan Allah. Orang benar yang bergaul erat dengan Tuhan akan selalu merenungkan Firman Tuhan siang dan malam.  Ada orang yang kelihatan baik dilihat tetangga, namun memakai narkoba. Seorang yang baik dan benar serta bergaul erat dengan Tuhan, bisa dilihat dari tutur kata atau perilakunya. Bergaul dengan Tuhan berarti kita harus menyembah Allah dalam Roh dan kebenaran,” papar Pdt. Lusiana Harianja.

Seseorang yang bergaul dengan Tuhan, pasti ia rajin baca Alkitab, pikiran dan hatinya bersih. Sekalipun dia disakiti orang lain, maka ia akan berdoa dan mengampuni orang itu. Saat kita berada bersama anak-anak kita di perjalanan, di pusat perbelanjaan, berbicara dengan pasangan, mengirim pesan lewat media sosial, maka sangat penting bagi kita agar selalu berdoa supaya Roh Kudus menguasai diri kita. “Rajinlah bergaul dengan Tuhan lewat doa-doa dan baca Alkitab. Kalau kita bergaul dengan Tuhan, maka hidup kita akan baik dan benar,” ujar Pdt. Lusiana Harianja.

Seusai kebaktian, dilanjutkan dengan makan malam bersama. Kemudian setelah curah dengar pendapat dan berdiskusi, lalu dalam pertemuan yang berlangsung akrab dan familiar itu dipilih secara aklamasi, Penasihat Punguan Parsahutaon Imanuel: J. Silitonga/Boru Tampubolon, Pak Manik/Boru Pardede dan M. Harianja/Boru Sihotang, serta Ketua dan Sekretaris Punguan Imanuel: Monang Gultom, S.H. dan Jerry Simanjuntak, serta tim humas dan doa Dina Abram boru Pakpahan. Dan acara ini ditutup dengan Doa Bapa Kami.

Pertemuan selanjutnya sembari beribadah di punguan ini, akan diadakan lagi pada bulan berikutnya di rumah anggota yang dapat giliran sebagai tuan rumah arisan. Sekadar tahu, Ketua Punguan Imanuel, Monang Gultom yang kini masih menekuni studi S2 di Fakultas Hukum UKI, Jakarta, sehari-harinya adalah seorang advokat/pengacara yang cerdas, handal dan berjiwa melayani. Monang pun dikenal aktif sebagai anggota Tim Advokasi Ormas Laskar Merah Putih dan giat dalam organisasi kaum advokat. TD  

Berita Terkait