Rahel Elita Siahaan Juara “Story Telling” di SMA BPK Penabur

1725 dibaca
Rahel Elita Siahaan (tengah) bersama kedua orangtuanya. Religius dan berprestasi.

                BERITANARWASTU.COM. Rahel Elita Marsaulina Siahaan yang masih berusia 17 tahun ini, boleh disebut pelajar berprestasi yang multitalenta. Pada akhir 2014 lalu, ia berhasil menjadi Juara I Story Telling (lomba bercerita) dengan bahasa Inggris se-SMA BPK Penabur se-Jabodetabek. Sebelumnya, gadis yang beribadah dan aktif sebagai pengajar anak-anak sekolah minggu di Gereja Isa Almasih (GIA) Taman Harapan Baru, Kota Bekasi, Jawa Barat, ini pernah menjadi juara nyanyi lagu daerah di sekolahnya saat SMP di Saint Jhon, Harapan Indah, Kota Bekasi.

              Juga Juara I lomba nyanyi di Carrefour Harapan Indah, dan juara harapan I lomba nyanyi di Pulogadung Trade Centre (PTC) se-DKI Jakarta. Selain itu, ia pernah mencatat prestasi sebagai juara II dalam lomba berpidato bahasa Inggris antar-SLTA se-Kota Bekasi, serta ia dipercaya sebagai salah satu pelajar “Duta Anti Narkoba” di SMA Kristen Penabur Harapan Indah. Catatan prestasi lainnya, lantaran ia cerdas, aktif berorganisasi dan komunikatif, gadis remaja berparas cantik ini juga dipercaya sebagai Sekretaris OSIS di SMA Penabur, Harapan Indah.

             Oleh kedua orangtuanya, Patikkos Siahaan, S.E., Ak., QIA dan Roganda Kristina Munthe, S.E., ia memang digembleng agar menjadi generasi muda yang berprestasi, tangguh, beriman, berdisiplin dan giat melayani di gereja. Beberapa kali pun ia dibawa sekolahnya untuk mengikuti latihan dasar kepemimpinan di Sukabumi dan Bogor. Dan Rahel merasa kemampuannya untuk memimpin semakin terasah. Saban hari, selain bersekolah ia giat pula mengikuti kursus Bahasa Inggris dan Bahasa Mandarin, serta Sabtu sore dan Minggu ia aktif dalam kegiatan gerejanya.

              Dalam acara-acara Natal-tahun baru keluarga besar majalah NARWASTU bersama tokoh-tokoh Kristiani, Rahel pun sudah sering diundang untuk menaikkan pujian, seperti Prayer, O Holynight dan Kasih yang Sempurna.

Banyak pihak yang memuji kemampuan vokal Rahel yang di atas rata-rata. Bahkan, pemimpin gereja sekaliber Pdt. DR. Nus Reimas pada akhir 2011 lalu mengundang Rahel untuk menyanyi di acara HUT-nya ke 60 sekaligus peluncuran bukunya di Jakarta. Mantan Ketua Umum PGLII dan Pembina NARWASTU ini berkomentar, “Suara anak ini (Rahel) tidak kalah dari Joy Tobing kalau menyanyikan lagu Prayer. Lagu itu sangat saya senangi.”

Tidak hanya menyumbangkan lagu di acara-acara gereja, Rahel sering diundang menghadiri acara-acara keluarga besar orangtuanya yang berasal dari Sumatera Utara itu. Misalnya di acara keluarga besar Munthe se-Jabodetabek, karena mamanya sering jadi panitia di acara itu, Rahel tidak hanya menyumbangkan lagu-lagu gerejawi, tapi juga lagu-lagu pop dan lagu-lagu berbahasa Batak.

“Selagi saya masih bisa membuat orang agar semakin dekat kepada Tuhan lewat lagu-lagu yang saya nyanyikan, maka saya akan terus bernyanyi. Bakat menyanyi saya ini berasal dari Tuhan, sehingga talenta ini harus saya buat untuk memuliakan nama Tuhan Yesus,” pungkas anak tunggal yang lahir di Jakarta, 7 Maret 1999 ini.

Lantas, apa cita-cita Rahel? Rahel kepada NARWASTU menjawab, ia ingin menjadi presenter atau pembaca berita TV yang bisa memberikan informasi yang penting bagi publik. “Saya terkesan melihat pembaca berita atau moderator, seperti yang saya lihat di Metro TV, seperti Najwa Shihab. Mereka bisa menjadi orang berpengaruh dan didengar orang banyak, karena talentanya berbicara. Ada orang yang pintar, tapi belum tentu berani dan bisa berbicara di depan publik. Saya kebetulan juga dibimbing oleh tulang (paman) saya Jonro I. Munthe, yang juga pimpinan Majalah NARWASTU,” cetus Rahel yang hobi makan bakmi goreng dan ikan bakar.

  Menurut Rahel, kalau ia melihat pamannya Jonro Munthe berbicara di hadapan para tokoh Kristiani atau memoderatori sebuah acara diskusi atau seminar di hadapan orang-orang penting, ia termotivasi untuk bisa seperti itu. “Makanya saya sering berdiskusi dengan Pak Jonro, karena ia memang lulusan Fakultas Komunikasi IISIP, jadi saya banyak belajar tentang dasar-dasar komunikasi, etika komunikasi dan bahasa tubuh. Saya lihat tulang-ku itu punya talenta berbicara, jadi dia tak hanya pintar menulis berita, dan patut itu dijadikan sumber inspirasi,” ujar Rahel yang belum mau berpacaran sebelum bekerja itu. KT

Berita Terkait