Laksma TNI (Purn.) Ir. Drs. Bonar Simangunsong, S.E. M.Sc.
Rapat Umum Nasional I MUKI Menjalin Kemitraan dengan Ormas dan Gereja-gereja di Indonesia

953 dibaca
Laksma TNI (Purn.) Ir. Drs. Bonar Simangunsong, S.E. M.Sc.

Beritanarwastu.com. Ormas Kristen kembali bergeming. Kali ini, Rapat Umum Nasional (RUN) I Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI), selama tiga hari berturut-turut, dari hari Rabu sampai selesai Jumat (20-22 Juli 2016). Bertempat di Grand Cempaka Hotel, Jalan Letjen Suprapto, Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Hadir ratusan peserta dan perwakilan dari 23 provinsi.

Namun yang menarik RUN pertama ini dihadiri lembaga tinggi negara, Ketua DPD-RI, Irman Gusman, S.E., MBA. Bersamanya hadir empat anggota DPD-RI beragama Kristen. Selain itu, hadir Nurdin Tampubolon, anggota DPR-RI dari Fraksi Partai HANURA yang didaulat menjadi Ketua Steering Committee. Bahkan, hadir dari Kementerian Dalam Negeri, Mayjen TNI Sudarmo, Direktur Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik Kementerian Dalam Negeri, selaku pembina ormas seluruh Indonesia.

Jadwal acara RUN ini dimulai dengan kebaktian, dilanjutkan beberapa sesi paripurna. Puncaknya akan memilih pengurus baru. Ketua Umum DPP MUKI, Laksma TNI (Purn.) Ir. Drs. Bonar Simangunsong, S.E. M.Sc, sebagai ketua dan sekaligus sebagai pendiri sudah menyatakan sikapnya tak lagi mau memberi diri untuk dipilih.

“MUKI butuh sosok, orang-orang yang memberi diri pelayan. MUKI adalah organisasi nirlaba yang didirikan oleh para individu Kristen dari berbagai latar belakang aliran gereja, dan berbagai profesi, di Jakarta. MUKI hadir untuk mewujudkan jalinan kemitraan, kerjasama, persekutuan antara ormas Kristen, gereja-gereja, lembaga-lembaga, yayasan dan komunitas Kristen di seluruh Indonesia. Dan untuk memperjuangkan hak-hak dan tanggung jawab umat Kristen dalam kehidupan berbangsa, bermasyarakat dan bernegara,” ujarnya.

Di tengah sambutannya, Bonar berkali-kali menjelaskan, MUKI walau ormas yang berbasis Kristen tetapi membuka pintu selebar-lebarnya bagi seluruh anggota masyarakat lintas agama untuk menjadi anggota MUKI. “Walau ormas berbasis Kristen, namun kami sangat membuka pintu untuk seluruh masyarakat lintas agama untuk menjadi anggota kehormatan kami. Maka untuk itu dengan berterimakasih sedalam-dalamnya pada Pak Irman, sudah bersedia datang untuk membuka RUN pertama kami ini. Kami juga berharap bapak bersedia menjadi anggota kehormatan,” ucap Bonar yang disambut gemuruh tepuk tangan peserta.

Irman pada sambutannya juga panjang lebar menyampaikan bahwa dia bukanlah orang asing di lingkungan Kristen. “Saya memang Islam yang berlatar belakang Muhammadiyah, tetapi sejak keci saya sudah diajarkan orangtua soal kebhinnekaan. Saya SMP dan SMA di Sekolah Katolik Don Bosco. Saya kuliah di Universitas Kristen Indonesia (UKI) Jakarta. Jadi, saya sudah selesai dengan masalah kebhinnekaan. Saya tak pernah membeda-bedakan orang karena agamanya. Barangkali ini membuat saya dipercaya menjadi Ketua DPD-RI. Oleh karena itu, kalau memang diajak saya bersedia menjadi anggota kehormatan di MUKI,” ujarnya. “Tentu, saya katakan bersedia menjadi anggota kehormatan, tentu lebih afdol jika disurati,” tambahnya sembari tersenyum lebar.

RUN yang tergolong meriah, dan menurut pengakuan Bonar, adalah acara terbesar setelah MUKI dibentuk. Hal itu tentu tak lepas dari kerja keras dari panitia. Ketua Panitia Pelaksana, Djasarmen Purba S.H., M.Th mengatakan, itu semua tak lepas dari kerjasama dari seluruh tim panitia. “Kami mengusahakan acara RUN ini tentu tak main-main, kami siapkan dengan matang. Maka kalau ada kekurangan di sana-sini kami minta maaf,” ujar anggota senator mewakili Provinsi Kepulauan Riau ini. Sembari menambahkan, “Kami berharap RUN ini tak hanya menjadi seremonial, tetapi menghasilkan pikiran dan konsep yang bisa dikontribusikan dalam membangun bangsa dan negara ini.”

Salah satu anggota Steering Committee, Drs. Santun Lumban Gaol, M.Ap mengatakan, perhelatan tentu tak sempurna sekali, tetapi sudah diusahakan yang terbaik. Melihat antusiasme dari peserta atas RUN I MUKI sudah tentu kita berharap bahwa ke depan MUKI makin solid, dan dipimpin sosok yang melayani. “Saya kira mungkin lebih pantas ketua panitia, Pak Djasarmen Purba yang layak memimpin MUKI ke depan. Beliau ini melayani, dan belajar teologia,” ujarnya tentang Djasarmen Purba yang beribadah di Gereja Kristen Protestan Simalungun (GKPS), dan termasuk pula dalam “21 Tokoh Kristiani 2015 Pilihan NARWASTU” itu. Hotman.

Berita Terkait