Sekjen Kementerian Komunikasi dan Informasi RI Bicara di Munas VI PERWAMKI

173 dibaca
Munas VI PERWAMKI yang dihadiri tokoh-tokoh Kristiani, pemimpin media dan Sekjen Kementerian Komunikasi dan Informasi RI, Rosarita Niken Widiastuti, M.Si di Rehobot Hall, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

   Beritanarwastu.com. Pada 22 sampai 24 Maret 2019 Perkumpulan Wartawan Media Kristiani Indonesia (PERWAMKI) yang dipimpin Dr. Yusak Tanasyah-Betty Bahagianty, S.Sos mengadakan Munas VI. Acara dibuka di Rehoboth Hall, Kelapa Gading, Jakarta Utara, dan persidangan diadakan di Villa Pondok REM, Bogor, Jawa Barat. Acara pembukaan diawali ibadah dengan pengkhotbah Pdt. DR. (HC) Mulyadi Sulaeman (PGPI). Pembukaan Munas VI ini pun dihadiri sejumlah pimpinan gereja aras nasional, profesional, tokoh-tokoh Kristiani, pimpinan ormas, pimpinan media Kristiani dan kaum jurnalis. Serta dihadiri Sekjen Kementerian Komunikasi dan Informasi RI, Rosarita Niken Widiastuti, M.Si sebagai keynote speaker mewakili Menteri Kominfo RI, Rudyantara.  

             Dalam acara ibadah pembukaan, Pdt. Mulyadi Sulaeman dalam khotbahnya mengatakan, wartawan itu harus membawa kabar baik ke manapun dia pergi. Seperti tema Munas VI "Pergilah Memberitakan Kabar Baik" (Matius 16:20), katanya, wartawan itu sesungguhnya seperti pengintai yang pernah ditugaskan Musa. Dan pengintai itu melaporkan fakta-fakta yang ada. Namun ada 10 pengintai itu yang membuat laporan negatif yang menakutkan. Padahal Tuhan mengajarkan kita agar percaya pada janji-janjiNya dan selalu optimis memberitakan kabar baik, karena Tuhan menyertai kita.

          Sedangkan Rosarita Niken Widiastuti yang bicara mengenai topik "Menjalankan Fungsi Pers di Tahun Politik" menuturkan, pilar demokrasi itu adalah, eksekutif, legislatif, yudikatif, pers dan media sosial (Medsos). Dan Rosarita khawatir dengan informasi yang saat ini banyak beredar di medsos begitu bebas tanpa cek dan ricek. Beda dengan media, yang ada sensor dan cek dan ricek sebelum diberitakan ke publik. "Sehingga PERWAMKI perlu ikut membantu Kementerian Komunikasi dan Informasi untuk mengajarkan masyarakat agar beretika dalam memanfaatkan medsos. Karena sekarang banyak berita hoax yang merugikan kita, dan cenderung menimbulkan kebencian dan kemarahan. Dan wartawan di PERWAMKI mesti memberitakan kedamaian dan persatuan di tengah masyarakat," pungkasnya. LK

Berita Terkait