St. Bertha Saragih, S.PAK
Selalu Bersyukur dan Taat KepadaNya Kunci Meraih Berkat

499 dibaca
St. Bertha Saragih, S.PAK

Beritanarwastu.com. Dalam hidup ini ada perjuangan kalau kita ingin sukses. Dalam masyarakat Batak ada ungkapan: Anakkon hi do hamoraon di au (Anakku itulah kekayaan bagiku). Jadi orangtua Batak demi memajukan atau menyekolahkan anak-anaknya mereka mau menderita untuk mencari nafkah. Ada penderitaan dan tantangan yang harus dihadapi kalau ingin meraih sukses. Demikian juga kalau kita ingin meraih berkat-berkat Tuhan, apakah itu keberhasilan dalam kuliah, keberhasilan dalam keluarga atau sukses berkarier, maka kita harus mau berjuang.

Demikian diungkapkan St. Bertha Saragih, S.PAK, salah satu Pembina/Penasihat NARWASTU saat memimpin ibadah di kantor baru NARWASTU di kawasan Rawamangun, Jakarta Timur, baru-baru ini. Mantan anggota DPR-RI yang pernah hampir setahun menderita stroke, namun kini ia mulai pulih beraktivitas ini menuturkan, hidup ini penuh dengan perjuangan. Sebabnya, tim kerja NARWASTU pun harus melibatkan Tuhan untuk ikut campur di dalam pelayanan atau penerbitan NARWASTU. “Kita bersyukur, karena majalah kita ini semakin diperhitungkan banyak tokoh. Dan masih besar kemungkinan NARWASTU semakin maju di masa mendatang,” cetusnya.

Supaya bisa maju, tim NARWASTU harus sehati dan sepikir, serta hidup rukun supaya berkat Tuhan turun. Saat itu, St. Bertha Saragih yang mengutip ayat renungan dari Matius 9:34-37 menuturkan, yang terbesar di dalam kehidupan kita adalah Yesus. Jadi dalam sebuah kehidupan atau kelompok semua anggota dan pimpinan itu harus saling menopang dan saling melengkapi serta saling mendoakan. “Di awal Tahun Baru 2014 ini agar kita makin sukses, maka kita harus selalu rendah hati, senantiasa mengasihi sesama, tekun berdoa dan semakin tekun bekerja,” ujar sintua di Gereja GKPS Cikoko, Jakarta Selatan ini.

Kalau kita bekerja di mana pun saja, perlu ketulusan, teman sekerja harus dikasihi dan pimpinan kita harus dihormati. “Dan doa adalah kekuatan yang dahsyat bagi kita. Doa itu nafas kehidupan. Makanya di dalam setiap langkah hidup kita, jangan berhenti berdoa. Apapun tantangan kehidupan kita, berdoalah terus. Tantangan kehidupan makin lama bukan semakin ringan, tapi akan semakin berat. Kita lihat sekarang ada bencana alam, yang membuat kehidupan manusia semakin menderita. Namun kalau kita berdoa, maka Tuhan akan memberikan jalan keluar dan kekuatan bagi kita saat menghadapi tantangan atau beban yang berat,” tukasnya.

Tuhan itu, katanya, sering bekerja dengan caraNya yang unik. Sehingga kita harus selalu berserah kepada Tuhan ketika kita bekerja. “Di dalam tim NARWASTU perlu kita buat tim doa agar Tuhan selalu memberkati majalah ini. Kita harus bekerja sambil berdoa. Ketika kita melihat majalah ini semakin maju, maka percayalah bahwa Tuhan menyertai majalah ini. Kalau Tuhan sudah membuka pintu berkatNya buat Majalah NARWASTU, maka tak seorang pun manusia bisa menutup pintu berkat itu. Sehingga awali selalu aktivitas di NARWASTU dengan berdoa dan memuji Dia, dan akhiri juga dengan doa,” papar mantan pengurus DPP PDS ini. NBA

 

Berita Terkait