Seminar Buku “Sejarah Penebusan” Seri Pertama Sukses Diadakan di Surabaya

63 dibaca
Suasana acara seminar tentang buku “Seri Sejarah Penebusan” di Surabaya.

  Beritanarwastu.com Kisah penyelamatan melalui salib Kristus yang menebus dosa manusia merupakan perwujudan kasih Tuhan yang tiada tara. Peristiwa tersebut adalah puncak dari rentetan sejarah penyelenggaraan Allah yang tidak terputus setelah kejatuhan manusia untuk menyelamatkan umat pilihanNya. Tentang sejarah tersebut dikisahkan melalui buku-buku “Seri Sejarah Penebusan” yang ditulis dengan begitu detail dan lengkap oleh Pdt. Abraham Park, D.Min., D.D. dan diterjemahkan oleh Pdt. Youn Doo Hee. Buku-buku itu telah tersebar di hampir seluruh negara dunia, di antaranya Amerika, Cina, Jerman, Korea Selatan, Inggris, Bangladesh, Rusia, serta negara lainnya. Atas anugerah Tuhan Yang Maha Kuasa seminar buku “Sejarah Penebusan” seri pertama berjudul “Silsilah di Kitab Kejadian” sukses diselenggarakan di Dyandra Convention Center, Surabaya, pada Jumat 11 Oktober 2019 lalu.

Acara ini diadakan oleh Yayasan Damai Sejahtera Utama yang bekerjasama dengan berbagai pihak, seperti BAMAG Jawa Timur, PGS Kota Surabaya, PGLII Kota Surabaya, dan PGPI Kota Surabaya. Seminar yang dihadiri oleh 2.000 orang peserta berasal dari interdenominasi gereja termasuk dari STT, sebut saja seperti STAS Deu, Sola Gratia, Exelcius, STTI, Happy Family, Sabda Alam, Tabernakel, STT Amadeus dan lain-lain. Tidak bisa dipungkiri saat membaca dan merenungkan Alkitab, tidak jarang orang melewatkan silsilah begitu saja. Padahal, di situ terkandung rahasia Allah yang luar biasa, di mana Tuhan memadatkan seluruh penebusan  yang telah berlangsung sejak Adam sampai kedatanganNya ke dalam silsilah.

Buku silsilah di Kitab Kejadian membahas silsilah Adam sampai kepada Abraham. Menurut Pdt. Dr. Philip Lee sebagai pembicara utama menuturkan, dari silsilah ini yang Tuhan tekankan adalah pewarisan iman. “Adam mati di usia 930 tahun, dan saat Lamekh generasi ke-9 dari Adam  berusia 56 tahun. Kita bisa mengetahui Adam diberkati dengan umur panjang demi terus mewariskan iman kepada keturunan-keturunannya,” terang pendeta asal Korea Selatan itu di hadapan para peserta seminar. Ia menambahkan, pewarisan iman tampak dari penamaan Nuh oleh Lamekh. Nuh artinya Sabat atau istirahat. Lamekh menamai anaknya Nuh kerena  ia mengharapkan istirahat dari tanah yang dikutuk Tuhan. Kutukan terhadap tanah terjadi di Taman Eden dan hanya Adam yang tahu. “Peristiwa ini diketahui Lamekh dari  Adam. Maka saudara jika mau panjang umur, ajarkan firman Tuhan,” tegas Pdt. Philip Lee.

Sekilas tentang buku “Seri Sejarah Penebusan” yang ditulis oleh Pdt. Abraham Park, selama tiga tahun enam bulan dan tujuh hari penulis berdoa dan membaca Alkitab di atas Gunung Jiri di Korea Selatan. Abraham Park bertahan hidup sendirian dengan hanya makan beras yang direndam dengan air. Ia terus berdoa dan membaca Alkitab sampai mendapat pencerahan Roh Kudus, dan mulai menulis draft buku “Seri Sejarah Penebusan.” Saat kehabisan kertas, Abraham menulis menggunakan daun kudzu. Mengenai Pdt. Abraham Park adalah seorang hamba Tuhan yang telah membaca Alkitab lebih dari 1.800 kali dan senantiasa menekankan “hanya Yesus” di dalam hidupnya. 

Buku seri kedua dengan judul “Pertemuan yang Terlupakan” membahas tentang 40 tahun perjalanan umat Israel dalam masa eksodus. Penulis menerangkan 42 perkemahan di padang gurun yang belum pernah diungkapkan. Yang mengejutkan, Ritma (perkemahan ke-14) dan Kadesh (perkemahan ke-32) adalah tempat yang sama. Mayoritas waktu yang dihabiskan di padang gurun, yaitu selama 38 tahun umat Israel berputar-putar dari Ritma hanya untuk sampai kembali ke tempat yang sama, karena ketidakpercayaan. Dan ketidakpercayaan dan keluhan itu hanya membuang waktu saja. Buku ini juga membahas Bapa Iman Abraham dan misteri keturunan keempat yang menggenapi perjanjian suluh.

Buku seri ketiga, keempat, dan kelima, masing-masing membahas 14 nama dalam silsilah Yesus yang dicatat di Matius 1. Ketika membaca silsilah ini, banyak yang menganggap nama-nama yang tercatat semuanya memiliki hubungan ayah dan anak kandung. Namun sebenarnya tidaklah demikian.  Banyak nama yang dihilangkan dari silsilah Yesus Kristus ini. Sebagai contoh, salah satu topik dalam buku ke-3 yang membahas 14 keturunan dari Abraham sampai Daud, terdapat tokoh yang bernama Ram dan Aminadab. Ram adalah tokoh yang hidup di masa awal masuk ke Mesir, sedangkan Aminadab adalah tokoh yang hidup di masa eksodus dari Mesir.

Terdapat jangka waktu 430 tahun sejak umat Israel masuk ke Mesir dan keluar dari Mesir. Sehingga membuktikan Ram bukanlah ayah kandung dari Aminadab. Lebih lagi, penulis menjelaskan penyebab nama-nama di antara Ram dan Aminadab ini dihapus. Total ada 12 buku dalam “Seri Sejarah Penebusan.” Sepuluh telah diterbitkan dalam bahasa Korea Selatan dan enam buku telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia.

Buku-buku “Seri Sejarah Penebusan” dapat diperoleh di toko-toko buku Kristen, marketplace online, dan juga tersedia dalam bentuk e-book di Google Book. Informasi lebih lanjut dapat diperoleh di www.sejarahpenebusan.com, IG Sejarah Penebusan, dan FB Sejarah Penebusan. Kelas-kelas online pun dapat diikuti di grup FB Kelas Online Sejarah Penebusan. BTY

Berita Terkait