Tak Ada Istilah Kebetulan dalam Ajaran Kristen

303 dibaca
Pdt. Sapta B. Utama Siagian, M.Th.

Beritanarwastu.com. Kitab Mazmur 91:1-9 bicara tentang Allah tempat perlindungan yang kekal. Di situ ditulis, Tuhan itu tempat perlindungan kita, kubu pertahanan kita dan Allah yang kita percayai. Mazmur ini berisi tentang doa dan pujian kepada Tuhan. Dan perikop ini bicara tentang Allah sebagai tempat perlindungan. Di dalam kehidupan ini, manusia sering diperhadapkan kepada persoalan, pergumulan ataupun tantangan. Namun permasalahan yang dihadapi manusia tak ada istilah kebetulan, karena itu anugerah Allah.

                Demikian diungkapkan Pdt. Sapta B. Utama Siagian, M.Th, rohaniwan yang juga Wakil Ketua Umum BPP PERWAMKI (Perkumpulan Wartawan Media Kristiani Indonesia) baru-baru ini, saat menyampaikan Firman Tuhan di acara ibadah bersama tim PERWAMKI di Jakarta. Menurut pendeta yang merupakan lulusan LEMHANNAS ini, ketika kita diperhadapkan kepada masalah, kita mesti saling mendukung dan mendoakan.

                “Meskipun ada pergumulan dan tantangan yang kita hadapi, namun kita mesti imani bahwa Tuhan yang kita sembah adalah kekuatan dan penghiburan kita. Apapun pergumulan kita, perlu diperhatikan, pertama, Tuhan itu peduli kepada kita. Di Injil Matius 11:28-30 ada ajakan: Marilah kepadaKu yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Tinggal bagaimana kita meresponsnya. Yang letih lesu dan berbeban berat adalah kita semua. Wartawan pun banyak tantangannya. Yesus memberi solusi kepada kita. Kelegaan adalah jawaban atau solusi,” paparnya.

                Menurut pendeta yang giat melayani di berbagai gereja ini, pengertian kelegaan sangat luas. Tak ada yang tak bisa diselesaikan dalam Yesus. Sehingga kita harus minta kuasa Roh Kudus agar bekerja di dalam hati kita agar kita bijaksana di dalam menghadapi badai dan gelombang kehidupan. “Percayalah, kalau kita imani bahwa bersama Yesus ada kekuatan, ketenangan dan kekuatan kita di dalam menghadapi hidup ini,” tukasnya.

                Kedua, Tuhan itu lemah lembut. Tuhan sangat sayang dan peduli kepada kita. Sehingga mari datang kepada Yesus, dan di dalam Yesus ada sukacita dan damai sejahtera. Ketiga, Tuhan akan memberikan ketenangan dan kekuatan kepada kita. Tuhan adalah sumber pertolongan dan perlindungan di dalam hidup kita. Mazmur 46:2 menulis, Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan. Dan sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti. Dan pertolonganNya benar-benar nyata. Mazmur 121 menulis, pertolongan kita berasal dari Tuhan.

                “Jadi siapapun kita, apapun pergumulan kita, tetaplah berharap kepada Tuhan Yesus. Keempat, ketika kita punya pergumulan dan tantangan hidup, maka ingat dan percayalah akan janji-janji Tuhan. Di Kitab Yosua 1:7-9 ada ditulis, Yosua diminta Tuhan agar menguatkan dan meneguhkan hatinya. Karena saat itu ada beban berat Yosua ketika memimpin bangsa Israel. Sehingga mari pegang Firman Tuhan. Yosua akhirnya bisa merebut Tanah Kanaan, karena Tuhan yang bekerja di dalam Yosua,” terangnya.

                Janji Tuhan itu, kata Pdt. Sapta yang juga dosen di sekolah tinggi teologia ini, iya dan amin. Kitab Ibrani 13:5 menulis: Allah sekali-kali tak akan membiarkan dan meninggalkan kita. Kelima, saat kita meyakini janji Tuhan, maka mari andalkan Tuhan di dalam hidup kita. Serahkan hidup kita kepada Dia. Yeremia 17:5-7 menuliskan, terkutuklah orang yang mengandalkan manusia dan kekuatannya, tapi diberkatilah orang yang mengandalkan Tuhan dan menaruh harapannya kepada Tuhan. Ketika kita mengandalkan Tuhan, akan ada tangan-tangan yang Tuhan kirimkan untuk menolong kita. LK

Berita Terkait