Teolog Menyoal Psikologi Kepemimpinan

919 dibaca
Buku karya teolog dan cendekiawan Kristen, Pdt. Dr. Drs. Jerry Rumahlatu.

BERITANARWASTU.COM. Pdt. Dr. Drs. Jerry Rumahlatu adalah salah satu pemimpin Kristen dan teolog yang peduli pada persoalan kepemimpinan. Mantan Rektor STT (IFTK) Jaffray Jakarta ini pun mewujudkan kepeduliannya dalam memabahas kepemimpinan melalui buku. Buku yang ditulis Pdt. Jerry Rumahlatu berjudul Psikologi Kepemimpinan ini merupakan satu judul menarik yang telah lama digumuli serta menggugah hatinya. Karena peranannya sebagai seorang pemimpin untuk mengkaji lebih dalam. Pengalaman dalam memahami salah satu unsur terpenting dalam kepemimpinan adalah unsur manusia itu sendiri.

Manusia terdiri dari tubuh, roh, dan jiwa yang berkehendak, berpikir, berperasaan dan berperilaku. Dalam berinteraksi dengan sesama dan lingkungannya serta menciptakan transformasi. Korelasi kuat antara psikologi dengan kepemimpinan, karena dengan memahami ilmu psikologi seorang pemimpin dapat melaksanakan tugas dengan efektif dan dapat mengembangkan kepemimpinannya. Guna melengkapi buku yang tebalnya 351 halaman dan ada 10 bab ini, Pdt. Jerry Rumahlatu pun membahas tentang spiritual dan konseling, karena seorang pemimpin selalu menghadapi masalah dengan mereka yang dipimpin.

Maka pemecahannya perlu dan perangkat lengkap, untuk itulah buku ini diterbitkan serta memberikan jawaban melalui pendekatan kontekstual tepat guna dalam melengkapi para pemimpin yang sedang dan akan memimpin, mahasiswa, kaum awam, dalam menjalankan kepemimpinan. Sekadar tahu, Pdt. Jerry Rumahlatu  selesai mengikuti pendidikannya pada 1981, Sarjana Muda Akuntansi, 1985 selesai Sarjana Pajak Umum, Drs. dari Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Keuangan Indonesia (STIKI) Ujung Pandang.

Pada 1986 melanjutkan pendidikan di Sekolah Tinggi Theologia Jaffray Makassar, gelar Bachelor Theological Studies (BTS), 1989 Sarjana Theologia (S.Th) di Sekolah Tinggi Theologia Jaffray cabang Makassar di Jakarta, 1992 menyelesaikan MA Konsentrasi Kepemimpinan dari Institut Filsafat Theologia dan Kepemimpinan Jaffray Jakarta (IFTKJJ), 2001 Menyelesaikan M.Div, 2003 M.Th dan pada 2006 ia  menyelesaikan D. Th.

Semua studi di atas ditekuninya dengan konsentrasi kepemimpinan dari sekolah yang sama. Aktivitas dalam organisasi, ia pernah aktif sebagai Ketua Sekolah Minggu dan Remaja di GPIB Bethania Makassar. Ketua Tim Badan Pemeriksa Keuangan GMKI Cabang Makassar, Ketua BPJ Perkantas Makassar, Ketua GMKI Komisariat Eklesia STIKI di Makassar, 1991-1995 Wakil Ketua Daerah GKII se-Jabotabek, 1987-1991 Ketua I Pemuda Nasional GKII, 1988-1990 Pembantu Dekan II dan Registrar STT Jaffray cabang Jakarta, 1992-1997 Pembantu Rektor II Bidang Administrasi Umum dan Keuangan di IFTK Jaffray Jakarta.

Pada 1996-2001 Pdt. Jerry dipercaya sebagai Bendahara I Badan Pengurus Pusat (BPP) GKII, 2001-2006 Gembala Sidang GKII Jemaat Eklesia Jakarta, 2000-2010 Pengawas, Visi, Misi Fokus BPP Perkantas Nasional. Ia pun diberi kepercayaan dari BPP GKII periode 2006-2011 sebagai Rektor Institut Filsafat Theologia dan Kepemimpinan Jaffray Jakarta (1986-2011), pengajar atau dosen tidak tetap di beberapa perguruan tinggi di Indonesia untuk S1, S2 dan S3 serta Sekolah Tinggi Ilmu Komputer Indonesia untuk Strata Satu dan Strata Dua (S1, S2) di Universitas Bung Karno.

Pada 2009-2014 dengan SK Menteri Agama Republik Indonesia, ia dipercaya sebagai Sekretaris Umum Tim Koordinasi Penjamin Mutu Perguruan Tinggi Theologia/Agama Kristen. Jabatan lainnya Sekretaris Umum Trafficking Rehabilitations Center, Ketua Yayasan Penah Kasih Ministry Indonesia dan Pembina Partnership Grace Ministry (PGM) Jakarta. Pada 2010 ia mengikuti misi dunia di Korea Selatan dan sebagai pembicara di South Korea Christian Education and Borings Mission Church Union of Hongkong.

Dalam salah satu bagian di buku ini di Bab 5 halaman 109 ditulis, kepemimpinan dalam Alkitab terbentuk pertama kali di Taman Eden. Pada saat itu Allah menciptakan manusia pertama, yakni Adam, kemudian Hawa. Allah menyatukan manusia itu dalam ikatan keluarga. Adam sebagai suami menjadi kepala, sedangkan Hawa sebagai istri menjadi penolong bagi suaminya. Sejak saat itulah kepemimpinan dimulai.

“Kepemimpinan dimulai dari memimpin diri sendiri, kemudian memimpin keluarga. Kepemimpinan dalam ajaran Kristen selanjutnya ditunjukkan dan diajarkan Allah ketika pertama kali jatuh dalam dosa. Pada waktu itu Adam merasa malu dan takut bertemu Allah, Adam berusaha menghindar dengan bersembunyi, lalu Tuhan Allah memanggil, ‘Di manakah engkau...’ (Kejadian 3:9).”

“Suatu panggilan yang lembut tapi menggetarkan, suatu tindakan pencarian karena alasan kasih namun wibawa, dan sebuah tindakan yang berjiwa besar untuk menerima Adam kembali walaupun Allah tahu Adam telah melanggar perkataanNya,” tulisnya. Buku ini bermanfaat dibaca untuk memperkaya pengetahuan kita, dan penting disimak di dalam memahami pemimpin dan orang yang dipimpin. HT

Berita Terkait