Teolog Terkemuka Menyoal Pelayanan Sejati

821 dibaca


BERITANARWASTU.COM. Buku yang ditulis teolog terkemuka asal Toraja ini, menarik dan penting disimak, terutama oleh para pelayan. Pdt. Dr. Robert P. Borrong adalah penulis buku berjudul Melayani Makin Sungguh bersampul warna kuning ini. Buku ini terdiri dari lima bagian. Bagian pertama: Siapakah Pendeta? Kedua, Perkembangan Pekerjaan Pendeta Dalam Lintasan Sejarah Gereja. Ketiga, Pekerjaan Pendeta Sebagai Panggilan dan Profesi. Keempat, Kode Etik Pendeta. Dan kelima, Kesimpulkan dan Saran.

Ada ditulis di buku setebal 180 halaman ini di salah satu bagiannya, pendeta juga manusia.  Pendeta bisa jatuh ke dalam dosa! Ini benar dan realistis. Namun, kemanusiaan pendeta tidak boleh menjadi alat melegitimasi atau membenarkan tindakan pendeta yang bertentangan dengan norma-norma yang seharusnya menjadi jati diri seorang pendeta, yaitu menjadi pemimpin rohani yang berkarakter. Untuk itu, etika pendeta menjadi sangat penting, dan buku ini, khususnya, berfokus pada kode etik pendeta.

Ditulis lagi, kode atik pendeta bukanlah law enforcement, melainkan suatu upaya menolong pendeta berperilaku dan melayani sebagaimana seharusnya menurut norma-norma moral. Dengan demikian, fungsi kode etik lebih bersifat preventif, yaitu menolong pendeta menghindari hal-hal buruk dalam kehidupannya serta pelayanannya.

Nah, buku ini dapat menjadi teman bergumul pendeta tentang tugas panggilannya, memberikan pencerahan bagi warga jemaat agar mampu memahami tugas-tugas pendeta, dan bahkan menolong pendeta menjalankan tugas lebih optimal, dan menegaskan perlunya kerja sama yang saling menopang antara pendeta dan umat demi kinerja pendeta yang lebih baik serta kehidupan rohani umat yang makin berbuah lebat.

Di bagian awal buku ini pun ada dibahas, penulis adalah seorang pendeta dan tidak berpretensi sudah seorang pendeta yang baik dan menjalankan tugas dengan optimal. Rangsangan untuk menulis buku ini justru didorong oleh kelemahan-kelemahan subjektif penulis sebagai pendeta yang tidak sempurna dan penuh kekurangan. Namun, kekurangan-kekurangan itu niscaya tidak boleh dibiarkan, tetapi harus diperbaiki dengan memohon pertolongan Tuhan.

“Kritik yang membangun dan saran untuk memperbaiki kekurangan buku ini tentu sangat bermanfaat agar buku ini mencapai tujuanya. Semoga buku ini, dalam segala kekurangannya, dapat menjadi sumbangan yang berharga dan bermanfaat bagi kemajuan gereja dan pendeta pada khususnya, dan masyarakat Indonesia pada umumnya. Semua masukan yang membangun diterima dengan hati yang terbuka disertai ucapan terima kasih yang tak terhingga,” tulisnya.

Sekadar tahu, Pdt. Robert Patannang Borrong, Ph.D. lahir di Sandana, Mamuju, Sulawesi Selatan. Ia ditahbiskan sebagai pendeta Gereja Toraja Mamasa (1985). Ia menyelesaikan studi S3 (Ph.D.) di Faculty of Theology, Free University, Amsterdam (2005). Ia pun dosen tetap bidang Etika, Filsafat dan Teologi Modern di STT Jakarta. Beberapa buku karyanya, seperti Etika Bumi Baru (BPK Gunung Mulia), Teologi dan Ekologi (UPI STT Jakarta), Etika Politik Kristen (UPI STT Jakarta) dan Panorama Etika Praktis (UPI STT Jakarta). RT

Berita Terkait