Pdt. Joel Manalu, M.Th
Terpilih Jadi Ketua Pengurus Pusat DPA GBI Periode 2017-2021

1143 dibaca
Pdt. Joel Manalu, M.Th. Peduli pelayanan pemuda dan anak.

BERITANARWASTU.COM. Di dalam sebuah organisasi tentu ada banyak fungsi dan tugas yang mesti dijalankan. Kendati begitu, semua elemen yang ada tetap terarah pada satu kesatuan tubuh Kristus. Keragaman itulah yang dibutuhkan untuk saling mendukung satu sama lain agar membuat organisasi tersebut tetap kuat dan solid. Gambaran tersebut ada pada lingkup BPH (Badan Pekerja Harian) GBI (Gereja Bethel Indonesia), dan DPA (Departemen Pemuda dan Anak) GBI menjadi bagian di dalamnya. Dan, pada Kamis, 31 Agustus 2017 lalu diadakan Konas (konsultasi nasional) XV DPA BPH GBI di Kinasih Resort, Caringin, Bogor, Jawa Barat.

Salah satu agenda dalam Konas XV itu memilih Ketua Pengurus Pusat DPA GBI. Setelah melalui proses pemilihan suara, maka terpilih Pdt. Joel Manalu, M.Th dengan menyisihkan dua kandidat lain, yakni Pdt. Yohanes Sirait dan Pdt. Yohanes Nahuway, M.Th. “Step pertama itu membuat struktur yang diisi oleh orang-orang sesuai dengan kapasitasnya. Karena tujuan kita, kan, ingin melayani atau bekerja. Jadi banyak pekerjaan rumah yang menunggu, dan memang larinya harus cepat,” terang Pdt. Joel Manalu saat berbincang dengan Majalah NARWASTU di Graha Bethel, Jakarta Pusat, baru-baru ini.

 Sebagai ketua terpilih, Pdt. Joel Manalu mau tidak mau harus siap dengan tantangan yang ada. Walaupun bukan perkara yang mudah, akan tetapi pendeta yang sudah melayani di GBI selama enam tahun ini tetap optimis dan mengupayakan semaksimal mungkin untuk memberikan yang terbaik. Ketika disinggung mengenai kebutuhan anak-anak muda berikut permasalahannya, seperti pergaulan bebas, bahaya narkoba, LGBT (lesbian, gay, bisexual dan transgender) dan masalah lain, ia mengungkapkan untuk segera mengkonsolidasi sebuah tim yang harus solid. Sebab, hal ini melibatkan banyak orang dan harus bekerja bersama-sama.

 Persoalan lainnya yang tidak bisa diabaikan adalah, menjauhnya anak-anak muda dari kegiatan rohani, misalnya, ibadah youth atau kelompok sel (komsel) dan lain sebagainya. Dianggap sebagai kegiatan yang kuno atau tidak gaul dan cenderung membosankan adalah sejumlah alasan yang ada. “Memang ini menjadi pergumulan kita bersama, dan ada beberapa gereja yang anak mudanya cukup bagus, dan nanti kita akan belajar. Apa yang membuat anak-anak muda itu tetap eksis dan bisa menjawab kebutuhan mereka,” terangnya semangat.     

Dan berbagai terobosan dalam programnya akan segera dijalankan oleh Pdt. Joel Manalu dan timnya. Yang pasti, kurikulum untuk pelayanan anak muda pun tak luput dari perhatiannya. Rencananya, ia akan mengembangkan gereja menjadi bagian dari training center sebagai elemen penting dalam tujuh bidang yang ada. “Sebenarnya pelayanan dari DPA, yaitu remaja, pemuda dan dewasa muda. Memang ada biro yang lain dan kita akan ber-partner . Sebab, GBI punya sumber daya manusia yang kuat,” ujarnya di ujung wawancara. BTY

 

 

Berita Terkait