Bupati Tapanuli Utara, Drs. Nikson Nababan
Terus Melakukan Terobosan Pembangunan di Tapanuli Utara

913 dibaca
Drs. Nikson Nababan. Kepala daerah yang merakyat.

 Membuat sejumlah terobosan di berbagai bidang kehidupan, mulai dari pendidikan, ekonomi kerakyatan hingga pembangunan infrastruktur yang berujung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat Tapanuli Utara adalah bentuk dari pengabdian seorang Drs. Nikson Nababan. Gelar bupati yang disematkan kepadanya tahun 2014 lalu itu tidak semata-mata untuk memperindah status sosialnya. Melainkan wujud tanggungjawabnya sebagai pimpinan di Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, sesuai jargon yang diusungnya, yakni “Pengabdian Tanpa Batas.”

 Separuh jalan sudah dilalui dalam masa kepemimpinannya sebagai Bupati Tapanuli Utara (Taput). Berbagai hasil dari buah kepemimpinannya kini bisa dilihat dan dirasakan oleh masyarakat Tapanuli Utara. Mulai dari menggratiskan biaya sekolah, baik PAUD dan mendirikan 27 sekolah unggulan, mulai dari SD sampai SMA dan peningkatan mutu pendidikan seperti menyiapkan guru-guru terbaik, penggunaan teknologi sebagai penunjang dan lain sebagainya. Oleh sebab itu, maka wajib tamat minimal sampai SMA.

 Selain itu, dilakukan pelebaran dan pembuatan jalan serta pengembangan pariwisata. Hal itu bisa dilihat dari berbagai produk hasil dari Tapanuli Utara, seperti kopi, pupuk, aneka tenunan, kerajinan tangan dan lain sebagainya yang dipamerkan di acara hari ulang tahun (HUT) ke-43 dan Rakernas PDI Perjuangan  di PRJ Kemayoran Jakarta, pada 10-12 Januari 2016 lalu. “Ada banyak hal yang telah kita lakukan, intinya kita (Pemkab Tapanuli Utara) mau membuat terobosan-terobosan baru. Jadi kita rencanakan produk dari stand yang dipamerkan ini bisa mendunia dan diterima di tengah banyak bangsa karya dari Tapanuli Utara,” jelasnya kepada Majalah NARWASTU baru-baru ini.

Hasil tenun dan kopi Tapanuli Utara baru-baru ini berhasil menggondol gelar juara sebagai cita rasa kopi terbaik se-Indonesia. Terobosan lainnya, di bidang pertanian, seperti merencanakan lelang pertanian, pembelian alat beeat guna mekanisasi dan intensifikasi, serta membangun bendungan dan pembukaan jalan. Menurut pria yang dikenal nasionalis dan religius, serta lahir di Siborongborong, Taput, 5 Oktober 1972 itu, sesuai dengan visi dan misi daerahnya, diharapkan agar Tapanuli Utara bisa menjadi lumbung pangan, lumbung sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas dan pengembangan daerah wisata.

 Di bawah kepemimpinan Nikson Nababan yang termasuk dalam “21 Tokoh Kristiani 2014 Pilihan NARWASTU” ini, daerah Tapanuli Utara sekarang mengalami perkembangan yang cukup pesat. Dengan keadaan tersebut alumnus STPMD/APMD Yogyakarta tahun 1995 itu mengatakan, semua itu berkat kenaikan APBD desa sebesar 800 persen dari APBD dan APBN yang ada. Karena, diakui mantan Sekretaris DPD Taruna Merah Putih DKI Jakarta ini, sudah 10 tahun lalu daerah tersebut mengalami penurunan dalam hal pembangunan. “Karena itu, perlu untuk digenjot kembali,” ujar adik kandung Sukur Nababan, tokoh muda PDI Perjuangan, anggota DPR-RI dan salah satu Ketua DPP PDI Perjuangan itu.

 Mengenai krisis ekonomi yang diprediksi banyak pakar masih berlanjut di Tahun Baru 2016 ini, Nikson Nababan memiliki strategi sendiri untuk menyikapi kondisi tersebut untuk masyarakat Tapanuli Utara. Menurut suami dari Sartika Simamora, S.E, ini, sebenarnya yang terpenting, pertama, ekonomi mikro yang harus dibangun. “Karena selama ini kita membangun ekonomi makro yang kelihatan. Hal itu bisa dilihat tahun 1997 efek dari ekonomi makro pada saat itu uang beredar adalah uang asing dan kemandirian ekonomi daerah selama ini terpinggirkan, yang ada kapitalisme,” ujar mantan Pemimpin Umum tabloid Sumut News dan bekas Pemimpin Redaksi Majalah Bona Ni Pinasa, serta mantan Ketua Umum Pemuda Marga Nababan se-Jabodetabek  itu.

Dengan program membangun dari desa, menurut mantan wartawan harian nasional Media Indonesia ini, akan menjawab keraguan itu. Kedua, sebagus apapun daerah kalau infrastrukturnya tidak memadai, maka itu akan tenggelam. “Di Tapanuli Utara tengah dibangun perluasan jalan di provinsi melalui APBN, dan kemarin sudah bertemu dengan bapak menteri yang terkait untuk memperluas jalan itu. Termasuk membangun tol Sumatera ke Bandara Silangit (Siborongborong),” pungkas mantan Sekjen DPP PIMSI (Persatuan Intelektual Muda Sumatera Utara Indonesia) ini.

 Atas nama kepentingan rakyat, nampaknya sebagai bupati Tapanuli Utara, Nikson Nababan ingin memberikan yang terbaik bagi masyarakat setempat yang dikenal religius dan taat dengan adat istiadat Batak. Hal itu, nampaknya sesuai dengan amanat dari mantan Presiden RI yang juga Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri kepada seluruh kepala daerah agar jangan pernah takut untuk mengambil kebijakan asal kita tahu bahwa itu adalah prorakyat dan menunjang kemandirian masyarakat.

“Jadi itu sesuai dengan apa yang dicita-citakan Bung Karno (Presiden RI pertama Ir. Soekarno) bahwa Trisakti itu harus bisa kita realisasikan dalam pembangunan bangsa ini, yakni berdikari di dalam ekonomi, berdaulat di bidang politik dan berkepribadian di bidang kebudayaan. Dan para kepala daerah dari PDI Perjuangan harus bisa mewujudkan ini melalui program-program pembangunan di tiap daerahnya,” kata Nikson Nababan yang sebelum menjabat Bupati Tapanuli Utara dikenal seorang pengusaha muda.

Sebelumnya, di Pemilu 2009 lalu Nikson Nababan pun pernah dipercaya sebagai Ketua DPD Partai Nasionalis Banteng Kemerdekaan (PNBK) DKI Jakarta. Bahkan, ia pernah maju sebagai Caleg DPRD DKI Jakarta. Meskipun belum berhasil menjadi anggota dewan saat itu, Nikson pantang menyerah. Dia terus berjuang di panggung politik. Melalui politik pun ia berupaya memberikan pencerdasan kepada rakyat agar tahu hak dan kewajibannya sebagai warga negara.

Saat diadakan Pilkada DKI Jakarta pada 2007 yang lalu, dan saat itu berhadapan dua calon gubernur yang sama-sama kuat dan didukung parpol berpengaruh, yakni Dr. Ing. Fauzi Bowo (saat itu: Wakil Gubernur DKI Jakarta) yang didukung PDI Perjuangan dan sejumlah parpol nasional dan Komjen Pol. Adang Daradjatun (Wakil Kepala Polri), kala itu Nikson Nababan pun meminta warga DKI Jakarta agar cerdas memilih dan kritis terhadap calon yang tampil itu.

“Calon Gubernur DKI Jakarta kita harapkan selain nasionalis, bisa memperhatikan kesejahteraan rakyat di bidang pendidikan, ekonomi, kesehatan dan ketenagakerjaan, juga jangan lupa agar memperhatikan keadilan dan hak azasi manusia (HAM). Jangan sampai umat Kristen yang beribadah saja sulit, sehingga izin beribadah pun harus diperhatikan betul oleh Gubernur DKI Jakarta. Kalau beribadah saja sulit di negeri ini, itu sebuah kemunduran di dalam perjalanan bangsa ini,” kata Nikson Nababan, yang saat itu mendukung Fauzi Bowo, dan kemudian menang di Pilkada DKI Jakarta pada 2007 lalu. KT/BTY

Berita Terkait