Bety Bahagianty, S.Sos
Tetaplah Berdoa

Penulis adalah jurnalis Majalah NARWASTU dan pengu 670 dibaca
Bety Bahagianty, S.Sos

Beritanarwastu.com Tidak terasa kita telah memasuki Tahun Baru 2016. Karena kesibukan oleh berbagai rutinitas menyebabkan dari setiap kita kerap lupa untuk mengucap syukur kepada Tuhan Yang Maha Rahmat itu. Bagi kita, mungkin menjalankan hari demi hari seperti tidak ada bedanya. Tapi, bagi saudara-saudara kita yang sedang menjalankan hukuman di penjara atau tengah bergulat dengan penyakit dan divonis dokter, waktu dirasakan sangat berharga.

Tahun 2015 lalu, krisis global mendera hampir seluruh negara di muka bumi ini. Para pengusaha tak terkecuali yang bercokol dalam bidang media cetak pun terpaksa ada gulung tikar karenanya. Sebetulnya apa yang sedang terjadi di dunia ini sudah dinubuatkan di dalam Alkitab. Keadaan ini bukan semata-mata karena Tuhan “tega” memperlakukan mahluk ciptaanNya dengan semena-mena. Melainkan apa yang tengah terjadi sesungguhnya ingin memurnikan setiap kita dan melihat seberapa besar kita bergantung kepadaNya.

Tak bisa dipungkiri, di tengah situasi yang menghimpit, yang paling mudah diucapkan biasanya bersungut-sungut, bahkan mempertanyaan keadilan Tuhan. Kelihatannya mungkin sangat manusiawi jika kita memprotes dengan keadaan itu. Jika mau jujur sebetulnya secara tidak langsung kita sedang memperalat, dan menuntut Tuhan seolah-olah Dia adalah hamba kita.

Padahal tertulis dalam kebenaran firman Tuhan  di Injil Matius 6:33, “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenaranNya, maka semua itu akan ditambahkan kepadamu.” Maka sangat jelas bahwa kitalah yang harus merendahkan hati dan tunduk pada otoritas serta perintahNya. Dan  jika kita menerapkan dalam hidup sehari-hari, maka Tuhan akan memerintahkan berkat-berkat itu kepada kita atau keluarga (Mazmur 133:3).

Maka beruntunglah jika sampai hari ini kita masih diberikan kesempatan untuk hidup, kendati di tengah situasi yang sulit. Tapi percayalah burung di udara dan bunga bakung di ladang saja dipelihara oleh Tuhan apalagi kita sebagai anak-anakNya bukan? Marilah tetap berdoa dan berharap penuh kepada Dia pemilik Alam Semesta. Jadi berdoalah senantiasa.

Dengan berdoa kita membangun komunikasi dengan Dia Yang Maha Rahmat. Segala sesuatu yang kita doakan, percayalah hasilnya tidak akan sia-sia. Di Kitab Amsal 15:29 ditulis, “Tuhan itu jauh dari pada orang fasik, tetapi doa orang benar itu didengarNya.” Di Kitab Amsal 16:3 ditulis lagi, “Serahkanlah perbuatanmu kepada Tuhan, maka terlaksanalah segala rencanamu.” Jadi serahkanlah dalam doa segala rencana kita kepada Tuhan, maka Dia akan bekerja dan membimbing kita.

Berita Terkait