Tokoh Muda Harapkan Umat Kristiani Damai dan Rukun Hadapi Pilkada DKI Jakarta

487 dibaca
Jackson A.W. Kumaat. Nasionalis.

Beritanarwastu.com. Di awal Tahun Baru 2017 ini iklim Pilkada DKI Jakarta 2017 mulai memanas. Dan tim sukses dari pasangan calon yang tampil pun mulai ikut sosialisasi ke tengah masyarakat untuk memenangkan jagoannya. Banyak pengamat memprediksi pilkada kali ini akan seru, karena tiga pasangan calon (paslon) yang tampil adalah representasi dari figur muda terbaik di negeri ini. Seperti pasangan calon nomor urut satu: Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni didukung Partai Demokrat, PAN, PPP dan PKB dengan tokoh utamanya mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

                 Paslon nomor urut dua: Ir. Basuki Tjahaya Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat disokong Partai NasDem, PDIP, Partai Golkar, Partai Hanura dan ormas Teman Ahok. Tokoh pendukung utamanya tak main-main, ada Megawati Soekarnoputri, Surya Paloh, Wiranto dan Setya Novanto. Paslon nomor urut tiga: Anies Baswedan-Sandiaga Uno didukung Partai Gerindra dan PKS, dengan tokoh utamanya Prabowo Soebianto dan petinggi PKS.

                Ketiga paslon ini tergolong figur cerdas, nasionalis, punya prestasi dan reputasi bagus di tengah masyarakat. Meskipun masing-masing pun punya kelemahan. Dan mereka sudah sepakat agar tidak memainkan isu SARA (suku, agama, ras dan antargolongan) selama kampanye. Nah, pendukung paslon ini pun ada dari kalangan tokoh-tokoh Kristiani Pilihan Majalah NARWASTU. Sebut saja dari PDIP, Sereida Tambunan yang juga anggota DPRD DKI Jakarta akan mendukung Ahok-Djarot. Jackson Kumaat, fungsionaris DPP Partai Demokrat mendukung Agus-Sylviana, dan Dr. Natalis Situmorang yang mantan Ketua Umum Pemuda Katolik dan mantan Wakil Sekjen Partai Hanura mendukung Anies Baswedan-Sandiaga.

                Lantaran mereka ikut di tim sukses ketiga paslon itu, di group WhatsApp (WA) FORKOM (Forum Komunikasi) Tokoh-tokoh Kristiani Pilihan NARWASTU telah dibuat kesepakatan agar sesama tim sukses tidak mendiskreditkan paslon lainnya dan mengagung-agungkan paslon yang didukung. Namun marilah berkampanye dengan cerdas dan memberikan pendidikan politik kepada masyarakat agar lahir pemimpin yang cerdas dan demokratis pula. Apalagi setelah Pilkada DKI Jakarta selesai, nantinya para tokoh ini akan kembali bersama-sama menyikapi perkembangan politik di negeri ini. Dan tidak selamanya menjadi rivalitas.

                Jackson Kumaat yang juga Ketua DPD KNPI Sulawesi Utara menuturkan, sebagai kader Partai Demokrat tentu sudah menjadi kewajibannya untuk mendukung paslon yang sudah diputuskan partainya. Karena itu namanya loyal dan taat kepada aturan partai. “Kalau saya mendukung pasangan Agus-Sylviana, itu adalah hak berpolitik saya. Dan tak usah kita saling menjatuhkan, karena kita sesama saudara dan sebangsa. Toh, kalau Pilkada DKI Jakarta telah selesai, kita akan bersama-sama lagi,” ujar Jackson Kumaat yang mantan aktivis mahasiswa 1998.

                Natalis Situmorang yang kini sudah menyandang gelar doktor, pun mengatakan, baginya, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno adalah paslon terbaik di Pilkada DKI Jakarta. “Saya berani mengatakan, yang saya dukung adalah yang terbaik. Kalau ada yang mengatakan Ahok-Djarot yang terbaik, itu sah-saha saja. Jadi mari kita memberikan pendidikan politik yang baik untuk bangsa ini. Pilkada DKI Jakarta kita harapkan berjalan damai dan lancar, serta umat Kristiani kita harapkan ikut berdoa dan menciptakan kesejukan agar terpilih pemimpin terbaik di DKI Jakarta,” papar Natalis, mantan Ketua DPP KNPI dan mantan Sekretaris Pribadi Menteri Aparatur Negara, serta ikut juru bicara paslon Anies-Sandiaga.

                Lukas Kacaribu, S.Sos, S.H., M.M., M.Pdk yang selama ini dikenal pendukung Ahok dan Djarot pun menuturkan, pasangan terbaik di Pilkada DKI Jakarta yakni Ahok-Djarot mesti didukung. Pasangan ini sudah terbukti mampu membangun DKI Jakarta lebih baik, dan mereka punya prestasi, sehingga kepemimpinannya  harus diteruskan. Di pihak lain, Lukas yang juga advokat muda, profesional dan pengurus Asosiasi Pendeta Indonesia (API) Provinsi Jawa Barat pun meminta Pemerintah dan Polri agar tegas menindak ormas-ormas radikal yang sering membuat onar di tengah masyarakat.

             Sementara itu, Ir. Albert Siagian, M.M. yang merupakan mantan Wakil Ketua Umum DPP GAMKI dan kini termasuk pengurus FORKOM NARWASTU baru-baru ini pun telah mengadakan dialog antara sejumlah pendeta dan aktivis gereja dengan Djarot Saiful Hidayat di kantor PGI Wilayah DKI Jakarta. Lantaran Albert merupakan Ketua Komisi Gereja, Masyarakat dan Politik (Germaspol) PGI Wilayah DKI Jakarta. “Setelah dialog dengan Pak Djarot, kita akan adakan dialog lagi dengan Anies dan Agus, agar warga gereja bisa mendengar pemikiran dan mengenal mereka,” ujar mantan Sekretaris Umum DPP GAMKI ini.

                Sekaitan dengan itu, pada Sabtu malam, 21 Januari 2017 lalu diadakan pula Natal Nusantara Partai Demokrat 2017 di Jakarta Convention Center yang dihadiri 2.000 kader dan para petinggi Partai Demokrat, termasuk Presiden RI ke-6 dan Ketua Umum Partai Demokrat, Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY). Jackson Kumaat yang juga panitia inti acara Natal Nusantara itu menuturkan, “Melalui acara ini kita berdoa untuk bangsa dan negara agar dilindungi Tuhan. Kita berdoa pula untuk Pilkada DKI Jakarta agar damai, demokratis dan lancar.”

              Jackson yang merupakan Wakil Bendahara Umum Panitia Perayaan Natal dan Tahun Baru 2017 Partai Demokrat menerangkan, acara ini diadakan sebagai wujud syukur umat Kristiani dalam merayakan Natal dan memasuki Tahun Baru 2017. Pria yang tahun lalu merupakan Ketua Umum Panitia Natal Partai Demokrat itu menerangkan, kita sangat perlu berdoa untuk kebaikan dan kedamaian bangsa ini. Termasuk Pilkada DKI Jakarta kita doakan, dan siapapun pemenangnya harus kita terima dan dukung untuk membangun DKI Jakarta agar lebih baik dan sejahtera.

                 “Siapapun yang menang kita imani dialah yang dikehendaki Tuhan. Kalau misalnya mas Agus (AHY) yang dikehendaki Tuhan untuk menang, kita tak bisa protes kepada Tuhan. Demikian juga kalau Ahok yang menang. Jadi kita jangan memaksakan kehendak Tuhan, misalnya harus si A atau si B yang menang, tapi biarlah kehendak Tuhan yang jadi,” papar Jackson yang juga mantan Calon Wali Kota Manado ini.

          Jackson yamg semasa mahasiswa merupakan aktivis yang ikut berjuang di era reformasi, dan termasuk dalam “20 Tokoh Kristiani 2010 Pilihan NARWASTU” menerangkan, dari berbagai hasil survei yang dilakukan sejumlah lembaga saat ini posisi atau elektabilitas AHY-Sylviana Murni berada di nomor satu. “Litbang Kompas dan LSI Denny JA dan sejumlah lembaga survei lain yang punya reputasi menyatakan elektalibilitas AHY-Sylvi nomor satu. Kita lihatlah perkembangan politik ke depan,” ujar pria cerdas dan vokal yang juga pengusaha muda ini. Jackson menilai, AHY adalah figur tokoh muda nasionalis, cerdas dan berkarakter, serta dibutuhkan bangsa ini.

Pemberita Firman Tuhan dalam ibadah Natal Nusantara Partai Demokrat, Pdt. DR. Nus Reimas yang  juga tokoh gereja aras nasional dan pemuka lintas agama, menegaskan, makna Natal adalah kasih dan penyelamatan Tuhan terhadap semua umat manusia. Kalau saat ini di Indonesia ada darurat terorisme, ke mana-mana orang takut karena bom, ada bahaya korupsi, bahaya narkoba, pelecehan seksual dan darurat intoleransi, itulah dilema sosial dan politik sekarang di Indonesia.

Pdt. Nus Reimas yang juga Ketua Majelis Pertimbangan PGLII mengingatkan kader-kader Partai Demokrat agar bisa menjadi garam dan terang di tengah bangsa ini. Pdt. Nus Reimas pun mendoakan Partai Demokrat dan SBY agar terus menjaga Bhinneka Tunggal Ika tumbuh baik di negeri Indonesia tercinta ini, serta agar Pilkada serentak pada 2017 ini berjalan aman, lancar dan rukun. TK

Berita Terkait