Tokoh-tokoh Gereja Berdiskusi Pajak dan Tax Amnesty

729 dibaca
Para nara sumber dan moderator berdiskusi bersama tokoh Kristen soal Tax Amnesty.

           BERITANARWASTU.COM. Program Tax Amnesty adalah dalam rangka meningkatkan pembangunan. Namun, saat ini kemampuan Pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi belum optimal, karena dana yang dikumpulkan melalui pajak masih di bawah potensinya. Hal ini terlihat dari efisiensi pengumpulan pajak, yang tercermin dari tax ratio, yang stagnan bahkan cenderung turun.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Jenderal TNI (Purn.) Luhut B. Panjaitan, menyampaikan hal tersebut dalam diskusi yang berlangsung di Grha Oikoumene, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu. Tax ratio 16.05 di tahun 1995, turun menjadi 10,7% di tahun 2015. Artinya, bila kita ingin memperoleh dana yang lebih banyak untuk membangun, maka efisiensi pengumpulan pajak harus ditingkatkan,” jelas Luhut yang mantan Menkopolhukam RI di hadapan para pimpinan gereja dan pengusaha Kristen yang hadir dalam diskusi tersebut.

Menurut Luhut, untuk meningkatkan efisiensi pengumpulan pajak diperlukan dukungan database yang kuat. Tax Amnesty, selain dapat meningkatkan pendapatan negara tahun ini, juga akan meningkatkan kualitas database objek pajak di Indonesia. Peningkatan kualitas database akan meningkatkan efisiensi pengumpulan pajak di masa-masa mendatang.

Sebab itu, dalam beberapa tahun ke depan diperkirakan ratio pengumpulan pajak di Indonesia akan setara dengan negara-negara tetangga. Dengan pendapatan pajak yang meningkat, dapat digunakan untuk membiayai program-program pembangunan, mengurangi defisit anggaran, maupun untuk mengurangi utang pemerintah Indonesia. 

Sementara itu, Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan RI, Ken Dwijugiasteadi, mengingatkan bahwa pemberlakuan Tax Amnesty adalah untuk repatriasi atau menarik dana warga negara Indonesia yang ada di luar negeri, meningkatkan pertumbuhan nasional, meningkatkan basis perpajakan nasional, yaitu aset yang disampaikan dalam permohonan pengampunan pajak dapat dimanfaatkan untuk pemajakan yang akan datang, dan meningkatkan penerimaan pajak tahun ini.

Selain Luhut Panjaitan dan Ken Dwijugiasteadi, Satgas Tax Amnesty OJK (Otoritas Jasa Keuangan) Dumoly F. Pardede, juga menjadi nara sumber dalam diskusi ini. Menurut Dumoly, sebagai pilar pembangunan nasional, gereja harus mengimbau kepada jemaat untuk mendukung program Tax Amnesty (pengampunan pajak) yang sekarang dilaksanakan oleh Pemerintah. Hal itu juga merupakan salah satu gerakan moral-spiritual, dan sebagai bentuk kejujuran kepada negara. TK

Berita Terkait