Tuhan yang Naik ke Surga akan Kembali lagi

1092 dibaca


                BERITANARWASTU.COM. Ada yang menyebut Hari Kenaikan Yesus ke surga biasa-biasa saja. Beda dengan perayaan Natal dan Paskah, yang punya panitia. Sedangkan Hari Kenaikan Yesus tak ada panitia, dan tak ada tenda ditambah di gereja.  Ada juga berkomentar, Yesus sudah tinggalkan kita saat Dia naik ke surga, jadi buat apa diperingati lagi. Hal itu disampaikan Pdt. John Marlin Tambunan, S.Th saat menyampaikan khotbah dalam ibadah Hari Kenaikan Yesus Kristus di Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) Jemaat Harapan Indah, Kota Bekasi, Jawa Barat, baru-baru ini.

                Menurutnya, ada ilustrasi bahwa Natal itu ibarat: Jagoan datang, dan jagoan itu disambut meriah. Setelah itu muncul Jumat Agung: Jagoan bertarung dengan sangat menegangkan. Dan Paskah: Jagoan menang dan bandit kalah. Jadi ibarat cowboy yang populer sebagai jagoan, dia mendatangi kampung yang warganya ketakutan, karena dikuasai bandit-bandit. Kira-kira begitu dianggap perjalanan Yesus saat turun ke dunia. Kenaikan Yesus ke surga secara iman atau teologis sangat penting dan sangat menentukan kita perhatikan. Sehingga, tukasnya, gereja mesti beribadah atas kenaikan Yesus ke surga.

                Sebelum Yesus naik ke surga, imbuhnya, yang dilakukannya adalah mempersiapkan atau membina para murid. Para murid dibekali agar bisa membuat sesuatu yang sesuai dengan ajaran Tuhan bagi masyarakat dan bangsa. Dan saat Yesus naik ke surga sudah ada pembinaan dan penggemblengan bagi para murid. Yesus juga memberkati para murid saat Dia naik ke surga. Yohanes 14:18 mengatakan, Tuhan tak meninggalkan kita sebagai yatim piatu, Dia akan kembali. Dan di Injil Matius 28:20 ditulis juga Tuhan akan menyertai kita sampai akhir zaman.

                Penyertaan Tuhan Yesus, katanya, bukan secara fisik, tapi secara rohani. Karena saling mencintai, jadi mereka selalu dekat. Demikian juga Yesus dengan kita sebagai murid. Ada ditulis, berbahagialah mereka yang tak melihat tapi percaya. Jadi, imbuhnya, jangan kita tuntut Yesus hadir secara fisik. Kalau ikut Yesus itu ada Via Dolorosa. Kalau iman kita tak kuat, maka kita akan jatuh. Yesus tak pernah janji bahwa hidup kita akan mulus, karena Yesus pun menderita.

Katanya, kalau kita menghadapi sebuah penderitaan, dan kita lihat itu dari sisi iman, itu sebenarnya berkat. Lalu, setelah Yesus naik ke surga apa yang akan kita lakukan. Mari kita perbaiki hubungan dengan Tuhan, dan mari kita giat berdoa dan mengasihi sesama. KS

Berita Terkait