Waspadai Berhala Gadget

• Oleh: Betty Bahagianty, S.Sos 557 dibaca


BERITANARWASTU.COM. Gadget (perangkat elektronik kecil yang punya multifungsi, seperti HP pintar) merupakan salah satu produk teknologi. Gadget dan kehidupan ibarat dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Atau dengan kata lain seperti sayur tanpa garam. Saking bergantungnya manusia terhadap gadget, sampai-sampai tidak bisa sehari hidup tanpanya. Jika mau jujur tentulah hal ini riskan untuk disanggah. Mulai dari fungsinya sebagai alat komunikasi, browsing aneka data, membaca Alkitab, bermain games, sampai dengan update status di media sosial berikut selfie dan masih banyak hal lainnya.

Yang jelas kecanggihan teknologi memang membuat siapa saja terjun bebas di dalamnya. Atau dengan kata lain, tidak ada satu orang pun yang dapat membendung arus teknologi yang semakin menggila. Dan sudah barang tentu segala sesuatu yang diciptakan dari tangan manusia memiliki dampak positif dan negatif, tak terkecuali gadget. Namun, semua itu kembali lagi kepada si pengguna. Tidak hanya dibutuhkan pengetahuan dan kebijaksanaan untuk bisa menggunakan gadget, sehingga terlepas dicap gaptek alias gagap teknologi.

Tapi yang terpenting adalah sikap bijaksana dalam menggunakannya. Mengapa? Sebab, setuju atau tidak setuju jika setiap kita seringkali lupa waktu saking asyiknya mengkonsumsi gadget. Sehingga gadget seperti candu bagi kita. Salahkah hal itu? Tentu akan menjadi satu kesalahan ketika gadget yang notabene sebagai alat untuk membantu pekerjaan kita atau alat untuk berkomunikasi justru menggantikan posisi keluarga, sahabat atau rekan kerja dengan gadget.

Berapa banyak dari kita saat berkumpul bersama keluarga, sahabat, rekan kerja dan lainnya cenderung untuk memilih memainkan gadgetnya dan terlena oleh dunianya sendiri daripada bercakap-cakap atau sharing tentang banyak hal yang jauh lebih berguna. Saat pagi membuka mata kita pun seringkali memili h untuk mengecek isi WA (WhatsApp) atau Face Book yang ada di HP daripada melipat tangan untuk berdoa dan membaca Alkitab. Suka atau tidak sebetulnya kita pun sudah menggantikan posisi Tuhan dengan gadget. Dan itu artinya kita sudah memberhalakannya.

Padahal, di Kitab Keluaran 20:3 tegas dikatakan, “Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku. Jelas bahwa Allah yang kita sembah adalah Allah yang pencemburu atau dapat diartikan Dia tidak bisa disamakan atau digantikan dengan hal lain dalam kehidupan kita. Arti berhala di sini pun tidak melulu soal penyembahan kepada patung-patung atau berbagai hal yang berkaitan dengan okultisme. Melainkan, menggantikan posisi Tuhan dengan hal yang lain melebihi ke-EsaanNya. Dan itu merupakan kekejian di mata Allah.

Jadi dibutuhkan kebijaksanaan dalam menggunakan gadget. Setiap orang sebisa mungkin harus melek dengan teknologi asal tidak berlebihan. Selain itu, guna menghindari hal-hal yang negatif. Misalnya, tetap mengawasi dan mendampingi anak saat bermain gadget. Sebab, kejahatan yang paling jahat adalah saat pikiran, jiwa dan roh dikuasai dengan hal-hal negatif. Jadi mari membangun komunikasi dengan Tuhan dan juga sesama. Prioritaskan Dia di atas segalanya. Karena membangun persekutuan dengan Dia tidak akan berbuah sia-sia. Justru kita harus bergiat mencari harta yang tak habis dimakan ngengat. Sehingga kita layak masuk dalam KerajaanNya.

 

 

·         Penulis adalah jurnalis Majalah NARWASTU, pengurus PERWAMKI dan lulusan Fakultas Komunikasi IISIP, Jakarta.

Berita Terkait