Merajut Persatuan dan Kesatuan Bangsa
Wisuda Ke-34 STT Jaffray Jakarta 2017

658 dibaca
Suasana wisuda ke-34 2017 STT Jaffray, Jakarta, pada 23 September 2017 lalu, yang berjalan lancar dan baik.

         BERITANARWASTU.COM. Wisuda ke-34 Tahun 2017 STT Jaffray, Jakarta, telah terselenggara dengan baik pada 23 September 2017 yang lalu. Tahun ini, STT Jaffray, Jakarta, mewisuda 50 orang mahasiswa terbaiknya dengan rincian: 12 mahasiswa Program Stratum Satu (S-1) dan 38 mahasiswa Program Stratum Dua (S-2). Berdasarkan laporan dari Wakil Ketua I Bidang Akademik, Dr. Welly Octavianus menyebutkan dari 50 wisudawan/wisudawati ini, terdapat 10 orang mahasiswa yang dinyatakan Cumlaude Bidang Penelitian yang terdiri dari Program S-1: Mariati Irin, Gylda Nampasnea, Rini A. Budiman; dan Program S-2: Eddy Ishak, Januari Haro, Raphael Biun, Misael Soter Himpal, Joeraimon Bin Panus, Ebrianus Liwuto, dan Daud A. Abukun.

         Pada sisi akademik, mahasiswa yang mendapat Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi dengan predikat Cumlaude untuk Program S-1 adalah: Anggraeni Sifra Taliak, Gylda Nampasnea, Rini A. Budiman, Daniel Marbun; sedangkan Program S-2: Eddy Ishak Thungriallu, Daud A. Abukun, Adelia D.P. Prasetyo, dan Rodi Panjaitan (S-2).

Dalam kesempatan wisuda ini, Ketua STT Jaffray Jakarta, Dr. Nasokhili Giawa menyampaikan, wisuda adalah tanda suatu perjuangan; tanda telah melewati proses yang tidak instant; tanda telah mendapatkan legalitas akademik; tanda kelayakan disebut sebagai pembelajar; tanda kelayakan disebut sebagai alumni yang memiliki kapasitas, kapabilitas, dan kompetensi mumpuni; tanda-sahnya bahwa telah mencapai garis akhir dalam tahapan perjuangan studi (finishing well in studying).

             Lebih lanjut, Nasokhili Giawa yang juga menjabat sebagai Ketua I Badan Pengurus Pusat Sinode GKII sekaligus Ketua Departemen Pendidikan dan Pengembangan SDM GKII menyatakan, hari ini adalah bukti sejarah bagi perjuangan, proses, dan legalitas akademik terhadap mahasiswa-mahasiswi yang diwisuda. Tentu, semua bersepakat bersyukur kepada Tuhan, Sang Sumber segala ilmu pengetahuan yang telah mengiringi perjalanan perjuangan belajar sehingga mendapatkan diri layak diwisuda hari ini. Semua ini adalah bagian sejarah berharga dan membanggakan banyak pihak; terutama diri sendiri, keluarga/orangtua, sponsor, serta gereja/lembaga/institusi pengutus.

             Kebanggaan ini tentu dibarengi dengan ekspektasi dan asumsi variatif dari para pihak yang berkepentingan bahwa penamat adalah hamba Tuhan yang telah sungguh-sungguh bertobat dan melayani dengan setia (humble-servant); hamba yang telah lulus fit and proper test yang terus-menerus belajar dari Kristus (learning by doing-continuing); penamat adalah mediator kasih yang terdepan bagi kehadiran perubahan kehidupan ke arah yang lebih baik (agent of change); penamat adalah pemberi dan penggagas solusi (problems-solver) yang berpikir solutif di kala semua jalan tampak membuntu; dan penamat adalah agen perdamaian dan kesejahteraan bagi masyarakat, gereja, bangsa, serta negara (agent of blessings).

               Ekspektasi dan asumsi ini melekat erat pada diri para penamat hari ini (wisudawan-wisudawati). Pembuktian dan perwujudan seluruh ekspektasi ini akan teridentifikasi absah bila diimplementasikan secara nyata, berbuah, berbekas, dan berjejak secara permanen dan berkelanjutan. Wisuda ini dihadiri oleh Badan Pengurus Pusat Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) sebagai Badan Penyelenggara STT Jaffray, Jakarta. Kata sambutan Ketua Umum GKII dibacakan oleh Sekretaris Umum GKII, Pdt. Sebinus Luther, M.Th. Dalam sambutan ini, Ketua Umum GKII menggarisbawahi perlunya memupuk komitmen persatuan, dan persatuan dalam konteks berbangsa dan bernegara.

                 Untuk menjaga komitmen persatuan dan kesatuan ini, perlu adanya toleransi yang tinggi oleh para pemimpin gereja dan antarsesama anak bangsa tanpa mengabaikan prinsip-prinsip kebenaran firman Allah. Pada sisi lain, sebagai pemimpin gereja dan hamba Kristus, kita dituntut untuk memiliki cara hidup yang baik di tengah-tengah orang yang belum mengenal Kristus. Rasul Petrus mengajarkan toleransi, yaitu hidup dalam kasih dan saling menghargai serta menghormati.

                 Pada kesempatan ini juga, Pendiri sekaligus Penasihat STT Jaffray Jakarta, Dr. Yakob Tomatala menyampaikan nasihat bahwa betapa pentingnya mengenal diri sendiri dengan menanyakan: siapa, mengapa, untuk apa, ke mana, di mana, dan bagaimana. Pertanyaan-pertanyaan ini perlu dijawab secara benar dan bertanggung jawab.

               Tema wisuda ke-34 2017 STT Jaffray, Jakarta, mengangkat isu penting, yaitu “Peran Umat Allah dalam Merajut Persatuan dan Kesatuan Bangsa” (1 Petrus 2:11-17).  Tema ini dianggap relevan dengan kondisi/situasi yang sedang kita hadapi saat ini dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara. Menurut Nasokhili Giawa, tema ini didasarkan pada rangkuman pengamatan dan proses internalisasi akumulatif tentang apa yang sudah dan sedang terjadi saat ini, sekaligus menjadi momen reflektif guna mempertajam semangat, ingatan, dan tanggung jawab umat Allah (dalam berbagai kategori pelayanan) terhadap problematika bangsa dan negara dari perspektif biblis-teologis-praktis. NG

Berita Terkait