Yusak Tanasyah akan Gugat yang Mencemarkan Nama Baiknya

1570 dibaca
Yusak Tanasyah, M.Th, M.Pdk.

Beritanarwastu.com. Pria yang pernah menjabat sebagai Pembantu Ketua (Puket) I STT Pokok Anggur, Jakarta, ini dalam beberapa minggu ini terlihat geram dan resah, karena di media sosial ada pihak-pihak, yang menurutnya, mencemarkan nama baiknya. Ada postingan di media sosial (medsos) yang menudingnya terlibat masalah uang dan menyalahgunakan wewenang. Dan ia sudah menemui advokat/pengacara senior, Josias Pontonuwu, S.H., M.H. untuk memproses secara hukum kasus pencemaran nama baik itu. “Kami akan laporkan ke polisi. Bukti dan saksi-saksi sudah siap. Ini luar biasa pencemaran nama baik saya. Kita buktikan tudingannya secara hukum. Jangan membuat tuduhan sembarang. Jangan main-main, ini negara hukum,” tegas Yusak Tanasyah, M.Th, M.Pdk kepada NARWASTU, yang dikenal juga dekat dengan advokat/pengacara senior Said Damanik, S.H., M.H. (Sekretaris Dewan Kehormatan DPN PERADI dan mantan Plt. Sekjen DPN PERADI).

                Yusak Tanasyah yang juga rohaniwan dan dikenal Ketua Umum PERWAMKI pun pendiri utama Yayasan Sakti Dasa Indonesia (Yasadi). Yayasan ini yang menaungi STT Pokok Anggur. “Saya mundur dari ketua yayasan karena mengikuti aturan atau undang-undang yayasan yang berlaku, bukan mundur sebagai pendiri yayasan. Pendiri pun bisa membubarkan yayasan. Saya di mana-mana dibilang sudah dipecat. Makanya kita harus tegas menyikapi ini. Isu yang tak bertanggungjawab pun menyebar ke mana-mana. Makanya kalau ingin tahu informasi yang jelas, silakan hubungi kuasa hukum saya atau saya, jangan didengar informasi sepihak. Ini negara hukum, jadi ucapan jangan sembarang dilontarkan,” papar Yusak Tanasyah, yang juga sudah melaporkan masalah yayasan ini ke kantor Dirjen Bimas Kristen Protestan Kemenag RI.

                Advokat senior yang juga mantan Ketua DPD PIKI DKI Jakarta dan anggota Dewan Penasihat Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pers Indonesia, Jose Silitonga, S.H., M.A., M.Pdk menerangkan, tidak bisa pengurus yayasan memecat pendiri atau yang sering disebut pula pembina. “Itu secara hukum tak bisa,” ujar Jose Silitonga yang calon Doktor Ilmu Pemerintahan itu. Yusak Tanasyah menuturkan, masalah di Yayasan Sakti Dasa Indonesia mestinya dilihat secara jernih dan bijaksana, “Bukan malah mencemarkan nama baik saya. Saya akan gugat bersama pengacara soal pencemaran nama baik ini. Kita buktikan secara hukum tuduhannya.” KL

Berita Terkait